Bodoh

Nova Yarnis
Chapter #8

Datang Setelah Semuanya Selesai

Aku tidak tahu sudah berjalan sejauh apa. Lampu-lampu jalan mulai jarang. Udara semakin dingin. Dan langkahku semakin ringan.

Aneh. Seharusnya aku lelah. Seharusnya aku takut. Seharusnya aku menoleh tapi tidak. Karena ada satu hal yang akhirnya hilang dariku harapan. Dan ketika harapan hilang… rasa sakit ikut berubah.

Tidak lagi tajam.

Tidak lagi menusuk.

Hanya… kosong.

“Kinanti!”

Suara itu datang lagi.

Lebih dekat.

Aku berhenti.

Bukan karena ingin tapi karena kali ini aku tahu. Ia tidak akan berhenti.

Aku tidak langsung menoleh. Aku menunggu langkahnya mendekat. Menunggu napasnya yang tidak teratur itu berhenti tepat di belakangku. Dan ketika semuanya diam aku baru berbalik.

Roni berdiri di sana. Lebih kacau dari sebelumnya.

Matanya merah.

Napasnya berat.

Ia tidak langsung bicara. Seolah sedang mencari cara untuk menyusun sesuatu yang terlalu besar untuk diucapkan.

“Aku tahu sekarang.”

Kalimat pertama.

Aku tidak bertanya.

Ia melangkah mendekat.

Seperti takut aku akan pergi lagi.

“Aku tahu kenapa kamu ada di sini.”

Aku menatapnya.

Datar.

“Dan?”

Satu kata.

Cukup.

Ia menelan ludah.

“Ini bukan tentang kamu.”

Aku tersenyum.

“Terima kasih,” kataku pelan.

“Untuk kejujurannya.”

Ia menggeleng cepat.

“Bukan…maksud aku bukan itu.”

“Terus apa?”

Suaraku tetap tenang.

Terlalu tenang.

“Ini tentang keluarga aku,” katanya.

Aku tertawa kecil.

“Akhirnya.”

Aku mengangguk.

“Dari awal memang itu, kan?”

Ia terdiam.

“Aku cuma bagian kecil dari masalah besar kalian,” lanjutku. “Dan kalian butuh seseorang untuk… menutupnya.”

Roni menggeleng lagi.

“Bukan begitu.”

“Terus bagaimana?”

Suaraku mulai berubah.

Bukan lebih keras.

Tapi lebih tajam.

“Karena yang aku lihat…”

Lihat selengkapnya