Bodoh

Nova Yarnis
Chapter #10

Tidak Mengubah Apa Pun

Roni datang tidak ada tanda-tanda. Tidak ada firasat.

Langit menggantung pucat. Angin bergerak pelan, membawa debu dari jalan tanah. Semua tampak seperti hari-hari lain yang sunyi tidak istimewa.

Aku tahu itu dia.

Bukan karena suara.

Bukan karena bayangan.

Tapi karena ada sesuatu dalam diriku yang langsung diam.

“Kinanti.”

Suara itu sama. Masih seperti dulu. Dan anehnya tidak lagi melakukan apa-apa padaku.

“Kinanti.”

Kali ini lebih pelan. Aku berhenti menegakkan tubuh lalu berbalik.

Roni berdiri di sana. Tidak banyak berubah. Hanya matanya yang terlihat lebih lelah.

Kami saling menatap.

Tidak lama.

Tidak juga sebentar.

Cukup untuk menyadari satu hal kita sudah menjadi dua orang yang berbeda.

“Kamu datang,” kataku.

Ia mengangguk.

“Iya.”

Aku mengangguk kecil. Seperti percakapan dengan orang asing. Tidak ada yang aneh. Tidak ada yang istimewa. Justru itu yang terasa paling aneh.

“Ada apa?” tanyaku tanpa basa-basi.

Roni menelan ludah.

“Aku mau jelasin.”

Aku tersenyum tipis.

“Sudah.”

Ia mengernyit.

“Aku sudah tahu,” lanjutku.

“Tapi belum semuanya,” katanya cepat.

Aku menatapnya.

“Apa lagi yang tersisa?”

Ia menarik napas panjang.

“Alia.”

Nama itu jatuh lagi. Tapi kali ini tidak lagi mengguncang.

Aku hanya mengangguk.

“Apa tentang dia?”

Roni menatapku lama.

“Dia bukan cuma… seseorang yang mirip kamu.”

Aku tidak menjawab.

“Dia pernah jadi bagian dari keluarga ini.”

“Aku tahu.”

“Dan…,” suaranya mulai berubah, “dia pergi bukan karena mau.”

Aku menunggu.

Roni mengepalkan tangannya.

“Dia pergi....”

Lihat selengkapnya