Bodoh

Nova Yarnis
Chapter #19

Kebenaran yang Tidak Diinginkan

Tidak semua kebenaran membawa kelegaan. Ada yang justru membuatmu berharap seandainya kamu tidak pernah tahu apa-apa. Aku akan memahami itu… hari ini.

Pagi datang terlalu cepat. Aku tidak benar-benar tidur. Hanya memejamkan mata tanpa mimpi. Tanpa istirahat. Seolah tubuhku hanya menunggu satu hal kebenaran.

Aku duduk di tepi tempat tidur. Tidak ada yang berubah di kamar ini. Masih sama seperti hari pertama aku datang. Dan mungkin itu masalahnya. Aku yang berubah. Bukan tempat ini.

 Ketukan datang sekali. Aku tidak menjawab. Ketukan kedua.

“Kinanti.”

Roni.

Aku menarik napas lalu berdiri dan membuka pintu.

Ia sudah ada di sana. Tidak seperti biasanya. Wajahnya… tidak tenang. Matanya lelah seperti seseorang yang akhirnya kehabisan alasan untuk bersembunyi.

“Sekarang?” tanyanya pelan.

Aku mengangguk.

“Iya.”

Tidak ada basa-basi tidak ada penundaan. Kami berjalan ke teras. Tempat yang sama. Tempat di mana banyak hal dimulai dan mungkin akan berakhir.

Kami duduk berhadapan. Jarak di antara kami tidak jauh. Tapi terasa seperti dua dunia yang berbeda.

Aku tidak bicara. Aku ingin ia mulai. Dan kali ini ia tidak lari.

“Aku kenal kamu… sebelum kamu datang ke sini.”

Kalimat pertama langsung tanpa pembuka.

Aku mengernyit.

“Dari mana?”

Ia menatapku lama seperti memastikan aku siap. Padahal aku tidak pernah siap untuk ini.

“Dari foto.”

Jawaban sederhana tapi membuat sesuatu di dalamku berhenti.

“Foto siapa?”

Beberapa detik.

“Dinda.”

Aku diam tidak mengerti.

“Atau… lebih tepatnya…”

ia berhenti.

“…dari sesuatu yang Dinda simpan.”

Aku menatapnya lebih tajam.

“Langsung aja.”

Aku tidak ingin berputar. Aku tidak ingin setengah-setengah.

Ia mengangguk dan menarik napas panjang lalu menghembuskannya pelan.

“Dinda punya kakak.”

Kalimat itu sederhana tapi ada sesuatu di dalamnya berat.

“Punya?”

Aku menangkap kata itu.

Bukan punya.

Tapi punya.

Ia menunduk.

“Namanya… Alia.”

Jantungku berdegup tidak normal. Tidak tenang.

Lihat selengkapnya