BOGO

ANTON SYAHRONI
Chapter #11

Rasa Iri Jadi Benci

Hasil penyelidikan Pak RT yang mengonfirmasi bahwa Pak Dani tidak memiliki utang, tidak pernah meminta bantuan sosial, dan tidak menjalankan ritual pesugihan seharusnya menyelesaikan polemik di RT 04. Namun, kenyataan di lapangan justru berbelok ke arah yang jauh lebih berbahaya. Kebenaran bahwa Pak Dani tidak melanggar aturan hukum maupun norma agama bukannya meredakan ketegangan, melainkan justru membakar ego warga yang merasa terpojok.

Di pos ronda yang remang-remang, Tarjo duduk sambil meremas bungkus rokok kosong. Di sekelilingnya, ada Pak Karso dan dua buruh harian lainnya yang baru saja selesai bekerja mengangkut batu bata di desa sebelah. Wajah mereka kelihatan sangat letih, berdebu, dan dipenuhi guratan kelelahan setelah seharian membanting tulang di bawah terik matahari.

"Kalian dengar sendiri kan apa kata Pak RT?" bisik Tarjo dengan suara berat yang dipenuhi nada racun. "Pak RT bilang si Dani itu bersih. Tidak ada utang, tidak minta bansos, tidak pesugihan. Lah, kalau bersih, terus kenapa dia bisa hidup enak tanpa perlu bermandi keringat seperti kita?"

Pak Karso yang menyandarkan punggungnya ke tiang pos ronda mengusap keringat di lehernya. "Iya juga ya, Jo. Kita dari subuh sampai malam angkut batu bata cuma dapat uang cukup buat beli beras sama ikan asin. Lah si Dani seharian cuma duduk manis di rumah, tapi tadi siang saya lihat istrinya beli daging ayam di pasar."

"Itu dia yang bikin saya tidak terima!" tegas Tarjo sambil memukul meja kayu pos ronda. "Masa kita yang kerja keras begini hidupnya sengsara terus, sementara orang yang menyembunyikan diri di balik gembok pintu bisa hidup makmur? Kalau dia tidak pesugihan dan tidak utang, berarti ada hal lain yang lebih besar yang dia sembunyikan dari kita!"

Rasa iri hati yang awalnya cuma berakar dari penderitaan ekonomi pribadi Tarjo kini telah bertransformasi menjadi kebencian kolektif. Orang-orang yang lelah secara fisik dan mental sangat mudah mencari kambing hitam atas ketidakberuntungan hidup mereka. Ketenangan keluarga Pak Dani dianggap sebagai sebuah bentuk kejanggalan yang sengaja dipamerkan untuk menghina kemelaratan warga sekitar.

"Iya, Jo. Lama-lama makin sepet mata saya kalau lihat dia senyum-senyum dari jendela," sahut buruh lainnya. "Orang kok kayak tidak punya beban hidup sama sekali. Tetangga lagi pusing mikir cicilan, dia malah santai-santai minum teh di teras samping."

Lihat selengkapnya