BOGO

ANTON SYAHRONI
Chapter #24

Rumah yang Sederhana

Cahaya obor bambu dan kilatan pendar senter yang dipegang warga menerangi setiap sudut interior rumah Pak Dani. Kebenaran yang telanjang kini terpapar tanpa ada sedikit pun hiasan atau kebohongan yang tersisa untuk disembunyikan.

Rumah itu berdiri di atas lantai semen biasa yang dihaluskan tanpa ubin keramik berharga mahal. Tidak ada permadani tebal yang melapisi lantai, tidak ada sofa empuk berbahan kulit, dan tidak ada televisi layar datar berukuran besar di dinding. Semuanya begitu bersahaja dan dipelihara dengan kerapian yang sangat luar biasa.

Di ruang tengah yang menjadi pusat pencarian warga, hanya terdapat sebuah meja makan kayu berukuran sedang yang sudah agak pudar catnya, dikelilingi oleh empat buah kursi kayu yang kokoh. Di atas meja itu tertata rapi tudung saji dari bambu yang diraut, sebuah tempat sendok dari plastik kusam, dan seperangkat cangkir seng untuk minum teh.

Dedi yang memegang linggis perlahan-lahan menurunkan alat besi itu ke samping paha kakinya. Matanya yang tadi liar meneliti sudut dinding kini menatap bingung ke arah rak buku kayu sederhana di dekat jendela. Di sana, tidak ada tumpukan dokumen rahasia atau uang tunai bertumpuk. Yang ada hanyalah deretan buku pelajaran sekolah dasar milik Dimas dan Rara, serta beberapa buku panduan merawat tanaman.

Bu Sumi yang tadi paling bersemangat mendesak masuk, kini berdiri mematung di dekat dinding kayu. Tangannya yang sempat hendak membuka penutup rak mendadak tertahan di udara, merasa canggung dan malu sendiri melihat betapa bersih dan rapinya penataan rumah tersebut.

Lihat selengkapnya