Borderline

Vitri Dwi Mantik
Chapter #6

Diary Dari Tangan Mart

Audrey dan Keisha baru selesai berdandan di kamar untuk pergi ke vilanya Giel di Zandvoort. Mereka mendengar sebuah mobil diparkir di depan rumah. Ketika ditengok di jendela, terlihat warnanya hitam. Bukan Lambo atau Maserati punyanya Giel. Audrey pikir, itu adalah Volvo hitamnya Bjorn. Tapi, Audrey berhambur keluar, ternyata itu adalah Mercy hitam dan orang yang keluar dari mobil itu sama sekali bukan Bjorn. Keisha ngintip di belakang punggung Audrey.

“Si Mart, ya Drey?”

“He-eh,” kata Audrey pendek, ia pun berhambur keluar. 

“Hi!” sapa Mart sambil menegakkan badan, tersenyum melihat wajah Audrey yang kaget seperti itu. “Mengharapkan kedatangan saya?”

“Hi!” Audrey menarik bibirnya tersenyum dengan kedua alis terangkat. “Nggak! Saya pikir kamu sepupu saya.”

“Ah, okay. Apa kabar? Rambutmu cantik!” Mart tak menyembunyikan kekagumannya akan rambut baru Audrey.

“Baik, makasih. Ada apa, koq tiba-tiba datang...?” tanya Audrey menggendik, tak menyembunyikan keheranannya.

“Saya juga baik,” Mart menyunggingkan senyumnya pada Audrey yang tidak balas menanyakan keadaannya. “Saya membuat banyak panggilan untuk ngasih tahu kalau saya akan datang, tetapi kamu nggak ngangkat panggilan saya. Saya datang untuk mengembalikan buku catatan ini ke kamu. Maaf, saya nggak tahu sebelumnya kalau itu tergeletak di bawah kursi selama dua hari. Dan saya nggak bilang ke kamu, karena saya mau menyerahkannya sendiri ke kamu,” Mart merogoh saku jasnya, lalu menyerahkan benda itu pada Audrey.

“Itu, kan diariku?” kata Audrey kaget, bibirnya menggantung begitu saja. Shocked.

Mart hanya menyunggingkan senyum.

“Apa saya meninggalkannya di mobil kamu waktu itu?”

Lihat selengkapnya