Bosku Fans Beratku

kholid alamsyah
Chapter #6

Noda Cokelat dan Detektif Kuis Kwikku

Atmosfer di meja kayu Kafe Kopi & Pinus mendadak merosot hingga ke titik beku.

Kenan memajukan tubuhnya, menumpukan kedua lengannya di atas meja. Tatapan matanya yang sangat tajam terkunci lurus pada noktah warna cokelat pekat yang menempel tipis di sudut bawah lukisan KopiPahit, lalu berganti menatap pen stylus tablet milik Mika yang mencuat keluar dari saku depan ranselnya.

"Warna cokelat eksa-desimal #3D2314..." gumam Kenan pelan, suaranya terdengar seperti seorang jaksa penuntut umum yang baru saja menemukan barang bukti utama di tempat kejadian perkara. "Ini warna preset brush kustom 'Espresso Dark' yang sangat langka. Jarang ada illustrator yang memakai kode warna se-spesifik ini, kecuali..."

Kenan merapikan letak kacamatanya dengan ujung jari telunjuk. Pria itu menatap Mika dengan pandangan menyelidik yang amat dalam. "Kenapa warna tinta di pen tablet kamu bisa persis sama dengan noda di gambar KopiPahit ini, Mikaela?"

BAM!

Mika merasa seolah jiwanya baru saja melayang keluar dari raga dan terbang ke atas langit Dago. Keringat dingin merembes deras dari balik tengkuknya. Tangan Mika yang menggenggam garpu plastik mendadak bergetar hebat.

Pikir, Mika! Pikir cepat sebelum Bos Monster ini manggil tim forensik Kepolisian buat cek DNA di kertas! jerit batinnya panik setengah mati.

Mika menarik napas dalam-dalam, mencoba memasang raut wajah polos nan bingung seakan-akan ia tidak paham apa yang baru saja dituduhkan kepadanya.

"B-Bapak... seriusan nanya itu?" tanya Mika dengan nada suara agak tinggi, sedikit dicampur cengiran canggung.

"Saya tidak pernah bercanda soal detail, Mikaela," sahut Kenan dingin.

Mika langsung menepuk tangannya sekali, memasang ekspresi 'eureka' yang dibuat-buat. "Ya ampun, Pak Kenan! Bapak ini beneran Editor-in-Chief sejati, tapi kurang update sama fandom komik digital!"

Dahi Kenan berkerut makin dalam. "Maksud kamu apa?"

"Pak!" Mika menegakkan duduknya, menunjuk pen stylus tabletnya di ransel dengan percaya diri tingkat tinggi. "KopiPahit itu bulan lalu pernah upload tutorial menggambar gratis di kanal YouTube dan forum kreator Kwikku! Dia membagikan pack brush digital rahasianya secara cuma-cuma buat para kreator pemula, termasuk kode warna 'Espresso Dark' itu!"

Mika mengembuskan napas panjang dengan raut wajah sok prihatin. "Sebagai fans berat KopiPahit dan anak magang yang pengin pintar menggambar, ya jelas saya download lah brush pack buatan idola saya itu! Makanya pen tablet saya punya rekam sampel warna yang sama. Noda di kertas itu kan kemungkinan besar kepretan kopi hitam pas KopiPahit lagi ngegambar di kafe ini. Biji kopi kan warnanya emang cokelat tua, Pak!"

Kenan terdiam. Jemarinya yang panjang mengusap dagunya yang licin. Pria itu memandangi pen stylus Mika, lalu kembali memperhatikan lukisan kertas di tangannya.

"Tutorial menggambar di forum Kwikku?" ulang Kenan perlahan.

"Iya, Pak! Kalau Bapak nggak percaya, coba aja cek di forum Kwikku!" bohong Mika lantang, berdoa dalam hati agar Kenan tidak mendadak membuka pencarian YouTube detik itu juga. "Semua komikus pemula yang ngefans sama KopiPahit pasti pakai aset warna yang sama!"

Kenan menatap Mika dalam hening selama sepuluh detik yang terasa sangat menyiksa. Pelan-pelan, ketegangan di raut wajah pria itu melunak. Kenan menarik napas panjang, lalu mengangguk-angguk kecil.

Lihat selengkapnya