Masih teringat jelas di ingatan kecil ku. Siang itu cuaca sangat cerah mama yang sibuk dengan riasan nya dan papa yang sibuk berkemas kemas, beberapa kertas di masukan ke koper hitam nya. Lalu ayah menghampiri ku dan menggendong ku.
" Ayo aku sudah siap! kita pergi " kata mama bersemangat lalu mencium pipi ku
" Loh aku enggak ? "
Papa merengut tidak dapat ciuman mama lalu, mama pun mencium papa di bibir nya. Mereka bercanda kecil potret keluarga yang hangat dan aku merasa bahagia .
Kami pun pergi dari rumah menuju jalan yang panjang kalau di pikir-pikir saat itu adalah hari yang sempurna.matahari bersinar dengan cerah dan aku berhasil menghabiskan sarapan ku hari ini.
Mobil melaju ke sebuah jalan yang lumayan agak jauh dari kota. aku tidak tahu dimana namun, banyak pohon besar yang mengiringi di pinggir jalan.Sampai ketika aku mulai ngantuk dan memejamkan mata ku. Saat itu aku masih melihat wajah mama ku yang cantik dengan riasan nya.
"Alhamdulillah sudah bangun pak adik nya !"
seru seorang wanita. Aku tidak mengenal nya namun seperti nya dia tampak lega karna aku baru bangun. Tapi karna aku merasa tidak kenal aku jadi takut dan mulai menangis. Aku melihat orang tua ku berdiri agak jauh di dekat pintu menatap ku dengan senyum kecil.
"Mama ! Mamaaa !!!"
aku menangis memanggil manggil . Tapi mama diam saja tidak mendekat begitu pun papa yang hanya menatap ku . Kenapa mereka tidak mendekat ? Kenapa mereka tidak memeluku ?
"Adik yang sabar ya" kata wanita yang sedari tadi ada di samping ku.
Lalu beberapa bapak- bapak datang seperti nya polisi karna aku tau dari baju yang mereka kenakan. Papa sering memberitahu kalau polisi berbaju seperti itu lalu mungkin wanita di samping ku ini adalah perawat atau dokter. Karna badan ku sakit semua mungkin ini di rumah sakit ..iya seperti nya di rumah sakit pikir ku.
"Alhamdulillah Bagaimana dengan kondisi adik nya bu ?" Pak polisi bertanya dengan sopan.
"Semua baik pak kepala nya terbentur sempat pendarahan tapi sudah aman. Bagaimana dengan keluarga nya pak ?"
"Belum ada kerabat yang datang bu, seperti nya ini akan memakan waktu sampe kluarga nya datang"
Mereka banyak mengobrol aku tidak mengerti yang mereka katakan dan bicarakan. yang aku nantikan orang tua ku yang tetap menunggu di dekat pintu ruangan yang hanya diam dan tersenyum kecil menghadirkan tanda tanya besar di pikiran ku.
Namun badan ku yang sakit dan kepala ku masih sangat pusing jadi aku tertidur lagi.
Keesokan hari nya aku bangun di sebuah ruangan. Ada tirai yang besar yang menjadi sekat lalu di tangan ku terpasang selang yang panjang yang di kaitkan pada tiang besi ada cairan di atas nya. Seperti nya aku masih di rumah sakit.
Aku pun berusaha untuk bangun kepala ku masih sakit sedikit. aku duduk menyamping lalu menuruntakn kaki ku, Aku ingin melihat sekeliling ruangan aku pun membuka tirai.
Di sebelah tirai ada tirai lain di sana ada anak kecil perempuan yang sedang mengunyah buah jeruk Ia menatap ku.
"Hallo" dia tersenyum namun aku diam saja,
tak lama seseorang membuka pintu itu suster dengan dorongan besi yang berisikan makanan dan obat. Melihat ku yang baru bangun dan tersenyum juga.
"Hallo adik sudah bangun ya, ini suster bawakan sarapan loh. Ada susu juga sarapan yuk ?"
"Mama mana ?" Itu adalah kata pertama ku di hari itu.
"Mama sedang pergi, kata mama adik sarapan dulu suster yang suapin hari ini ya."