Sejak Tante Siska pergi, aku mulai mencerna apa yang terjadi pada hidupku. pada Zain kecil berusia lima tahun.aku mengingat kembali apa yang terjadi siang itu sebelum aku mengalami kecelakaan di siang yang cerah,di rumah yang hangat dan orang tua yang sangat mencintai ku semua tampak sempurna.
Seakan akan semua memang pertanda bahwa takdir tidak akan terus membawa kita pada jalan yang mulus dan ini ujian yang harus ku jalani dan entah mengapa, aku mulai melihat banyak hal yang menakutkan di sekitar ku. Seperti sebuah takdir yang akan menemaniku selama nya.
Sampai pada malam hari aku menangis karna takut.orang tua ku memang ada di samping ku kadang aku melihat mereka tampak baik dengan baju yang rapi,tapi kadang aku melihat mereka penuh luka dan darah yang menetes bahkan kaki ayah ku patah sebelah.
Kadang saat aku ke kamar mandi ada sosok ibu ibu yang berwajah jelek dan berambut panjang aku pura pura tidak melihat namun tetap saja seram. di sela sela rasa takut ku seperti nya olive menyadari kalau aku sedang ketakutan lalu dia menemani ku kadang dia menghampiri dan kadang aku yang menghampiri dia kalau olive sedang drop dengan penyakit nya. bagaimana pun dia satu satu nya teman ku dsini yang di rawat bersama ku .
Hari ini saat aku bangun pertama kali aku lihat olive masih tertidur di samping kali ini, tirai nya tidak di tutup seperti sebelum nya aku membiarkan nya terbuka tirai olive pun begitu.
Aku melihat ke arah olive yang seperti nya lebih lemas dari kemarin saat kami berkenalan .. dan aku melihat bayangan hitam itu juga masih ada di sebelah nya,di samping nya. Apa itu sejenis hantu atau apalah sesuatu yang seram ?
"Zain udah bangun ?" Suara olive memecah lamunanku.
"Zain bisa bantu aku duduk ga ? Aku pusing sekali"
Aku pun menghampiri olive dan membantu nya duduk aku sudah lebih sehat sebenar nya aku tidak kenapa2 padahal orang tua ku sampai meninggal . Mungkin bisa di sebut sebuah keajaiban atau mungkin orang tua ku yang melindungi ku di titik terakhir kehidupan mereka .
"Trimakasih aku ingin bangun dari tadi tapi susah." olive tampak lebih pucat dan kurus.
"Kamu gapapa ? Oh iya kenapa kamu cuma sendirian ga ada yang nemenin km ?" Tanya ku pelan.
"Papa ku kadang kesini ,aku udah ga punya mama . Mama pergi nikah lagi. Nnti juga papa kesini kata nya mau bawa aku pulang ke rumah." jawab nya sedikit menunduk mungkin malu.
"Hmm gitu ya"
"Zain kemarin aku denger kalau orang tua km udah ga ada ya ? Pasti sedih banget. Sabar ya Zain kamu pasti kangen orang tua km tadi malam juga kamu mengigau mama papa terus apa kamu sedang mimpi ?"
Ah itu bukan mimpi sebenar nya aku mencoba berinteraksi sama mereka tapi mereka diam saja. Tapi kalau aku bilang begitu olive percaya tidak ya ? Nnti dia takut ga ya ? Pikiran ku campur aduk di kepala .
"Iya aku mimpi" aku memberikan senyum kecil.
Lalu olive seperti mau menghibur ku dia bilang mau ajak aku berkeliling koridor rumah sakit nnti siang sekitar pukul dua siang. Setelah itu suster datang membawa sarapan dan obat obatan menyuruh ku kembali ke kasur ku untuk di periksa.
Setelah selesai makan siang, jam dua pun datang dan seperti yang di janjikan olive sebelum nya dia mengajak ku untuk berkeliling koridor mencari udara segar tapi betapa terkejut nya aku, bukan pemandangan rumah sakit yang seperti biasa aku lihat sebelum nya. Yang ku lihat justru banyak sekali hal menyeramkan di setiap koridor bahkan di taman rumah sakit,di tangga di pintu masuk toilet di semua sudut banyak penampakan. Yang menyeramkan.