"Heh! kamu jangan ikut2an ya dasar orang miskin! Kalau sindy ga menikah dengan adik ku, kamu sama keluarga mu ga akan bisa makan!." Kata Tante Irma.
"Setidak nya kak sindy sudah menjadi istri yang baik! selalu menemani suami nya di saat susah sampai jadi pebisnis tangguh. ga kaya kamu ninggalin suami buat jadi simpanan pejabat korupsi yang di hukum mati!" Balas Tante Siska.
"HAHAHA kena kamu Irma !" Suara tawa om Ridwan menggema di ruangan kecil itu.
Aku hanya bisa diam, sebenar nya ini bahas apa si ? Apa ini sebuah pengakuan dari banyak nya kekacauan di antara keluarga, jujur aku tidak mengerti tidak peduli juga . Aku hanya ingin keluar dari ruangan ini secepat nya.
"Jadi Zain mau ikut sama siapa ? Atau Zain mau di panti saja biar Zain bisa menentukan siapa yang lebih perhatian selama kamu tumbuh dewasa ?" Tanya bapak pengacara.
"Iya Zain mau di panti aja om" aku menjawab nya dengan mantap. lebih baik di panti dari pada sama orang yang tidak ku kenal .lagi pula Tante Siska sudah berjanji akan terus mengunjungi ku walau seminggu sekali dan pasti itu akan di tepati nya. Semoga.
Sore itu keputusan sudah di tetapkan. akhir nya aku akan hidup di panti asuhan yang sudah di carikan pak pengacara . Para saudara di bebaskan menjenguk kapan saja dan aku bebas memilih untuk ikut siapa saja kalau aku sudah bisa memutuskan pilihan. Uang 1 milyar pun tidak di serahkan kepada siapapun, tapi bisa di ambil untuk memenuhi kebutuhan sekolah ku di masa depan walau di panti asuhan sekali pun dan rencana nya besok aku sudah mulai tinggal di panti asuhan.
***
Siang itu cerah, tante Siska sudah menyiapkan baju dan keperluan untuk di panti. sebelum melakukan perjalanan ke panti kami mampir dulu ke mini market membeli beberapa keperluan yang kurang . Di mini market Tante membelikan bermacam macam permen dan cemilan ,vitamin ,susu,perlengkapan untuk mandi dan handuk baru .
Lalu kami pun pergi menuju panti asuhan berbasis islami jadi di panti asuhan itu aku akan di bimbing untuk mengenal lebih dalam tentang ilmu agama dan akan bersekola juga nanti nya , sebuah panti asuhan bernama Yayasan Nurul Iman panti nya tampak besar dan bagus sekali dari depan nya ada gerbang yang sangat tinggi bercat hijau muda dan kolam ikan kecil dengan ikan berwarna warni menghiasi panti . Ada juga berbagai macam permainan seperti ayunan , perosotan ,jungkat jungkit dan banyak lagi di taman nya .
" Zain mau main ayunan dulu ? " Tanya Tante
" Engga " aku menjawab dengan singkat Sambil menundukkan kepala.
" Zain sini lihat Tante dulu " lalu aku melihat ke arah tante. Tante memeluk ku dan menepuk punggung ku sambil berbisik.
" Zain anak pinter ,Zain pasti bisa Zain ga akan ngerasa sendirian di sini banyak teman kok "
Aku memberikan senyuman kecil agar tante Siska tidak khawatir menandakan aku baik-baik saja . Kemudian datang dua orang dari dalam panti menyambut kedatangan kami dengan ramah .
" Hallo ini Zain yaaa ? " Tanya seorang wanita berkerudung putih panjang yang tersenyum kedapa ku ,mungkin umur nya sekitar 30 tahun karna belum terlalu tua malah tampak muda atau mungkin seumuran dengan tante ku.