Tubuhku mematung. yang tadi nya ku pikir itu adalah anak panti lain, ternyata malah bukan manusia.
" Door ! " Kak rio mengagetkan ku yang sedang melamun.
" Duuuh ! kak kaget tau. "
" Lagian...kamu bengong aja haha... Mau main perosotan ?? "
Lalu aku memandang kak rio. kak seandai nya kamu bisa melihat apa yang aku lihat, bisik batin ku. Dari kejauhan lorong ada yang memanggil nama ku, ternyata itu tante siska yang mendekat menghampiri kami yang sedang bermain ayunan.
Tante siska berpamitan pada ku dia mengatakan aku harus menjaga diri baik-baik, dia juga memeluku dan mencium pipi ku sebelum pergi, dan akhir nya aku benar-benar tinggal di sini.
seperti yang ku duga di tempat ini pun ada banyak hantu nya. di dapur ada nenek-nenek yang suka lewat lalu di lorong pun kalau malam ada hantu wanita yang suka berdiam diri di sana, dan di taman bermain ada anak perempuan dengan darah yang mengalir. tapi wajah mereka tidak terlalu seram malah, seperti orang biasa beda nya hanya lebih pucat saja.
Aku mulai mengikuti berbagai kegiatan yang ada di panti. ada beberapa aturan yang harus di kerjakan seperti merapihkan tempat tidur, melipat baju sendiri, mencuci piring sendiri, dan aku harus mulai belajar sholat. Waktu itu aku di suruh ikut untuk menunaikan sholat magrib bersama dengan semua anak panti di aula, walau aku belum mengerti bacaan nya tapi aku ikut-ikutan saja. Selesai menunaikan sholat kami masih berkumpul di aula untuk mendengarkan ceramah dari pemilik panti. dia adalah kakek yang tadi siang aku temui. nama nya adalah, Kyai Abdul.
" Asalamualaikum Wrwb " dan semua anak panti kompak menjawab walaikumsalam wrwb.
" Anak-anak kita kedatangan saudara baru yang bernama zain. Tolong terima zain di sini seperti keluarga sendiri ya ? "
" Baik kyai !!! " Semua kompak menjawab.