Break My Loneliness

nur aeni
Chapter #6

Misteri pertama

Dingin dan gelap di sini namun, aku harus tetap sembunyi berharap dia tidak menemukan ku. Bahkan bernafas pun terasa sulit. Aku berharap ada yang segera datang menolong ku.


Tap...tap...


tap.. tap.


Suara langkah kaki nya semakin mendekat. rasa nya aku ingin sekali menangis dan teriak. Kenapa aku harus sakit dan di tinggalkan sendiri di sini ? kenapa aku tidak ikut saja dengan yang lain ? Sesalku berulang-ulang dalam hati.


"Hai .. kamu ternyata ngumpet di sini ya. "


Aku membatu. Senyuman yang menakutkan terpancar di wajah nya, senang karna menemukan tempat ku bersembunyi. lalu tangan yang dengan cepat meraih bahu ku. Dengan kasar dan dia berhasil menyeret ku keluar dari bawah kolong tempat tidur.


"Tidaaaakk ! Jangan sentuh aku !" Aku meronta. tangisan ku pecah menggema di ruangan UKS panti yang sudah tidak terpakai.


Aku tau dia akan melakukan hal itu lagi. Membuat ku kesakitan.


"Makan nya kamu diam saja!"


Ia mulai membuka celana nya dan menindih ku yang berontak. Aku sekuat tenaga menolak lalu aku mengigit tangan nya yang berusaha membungkan mulut ku.


"Ahkkk! Tolol !"


Dan,dia menampar ku berkali-kali dengan keras bahkan meludahi ku. Untuk beberapa saat aku melemas karna pusing yang tak tertahan mungkin karna aku terlalu ketakutan atau aku yang semakin sulit bernafas. Dia pun berhasil membuat ku tak bisa berkutik.


Dia berhasil membuka celana ku. aku tau dia mau melakukan hal itu lagi, sebelum nya dia sudah pernah melakukan nya dan mengancam akan membunuh ku kalau aku sampai bilang pengurus panti yang lain. Dan dengan patuh aku diam saja.


"Kata nya mamang janji, ga mau kaya gini lagi ! Jangan mang sakit !"


"Lagian siapa suruh kabur? Kalo mamang panggil nurut aja !"


Lalu dia berhasil melakukan nya lagi. memasukan nya dengan paksa dan sangat cepat. Perih aku kesakitan di dalam, bahkan saat aku memohon untuk berhenti dia tidak mau mendengarkan. Dia melakukan nya tanpa ampun sampai aku merasa ada yang robek di dalam ku ..rasa nya luar biasa sakit.


"Sialan berdarah!"


"Hiks..ampun mang sakit"


Seketika nafasku memburu ada getaran hebat di bandan ku, sakit dan perih yang tak tertahan kan terus menyerang. aku semakin lemas dan mata ku berkunang-kunang sampai akhir nya ke sadaran ku hilang seketika.

Lihat selengkapnya