Setelah itu, sosok hantu bernama Alya terus mengikuti ku kemana pun. Ke kamar mandi sekali pun, dia mengikuti sampai aku mulai kesal di buat nya.
Jadi ketika aku iseng berjalan di lorong sendirian, dan di ikuti dengan hantu Alya di belakang. mendadak aku berbalik badan dan menatap nya.
"Kenapa kamu mengikuti ku terus ?" Aku memberanikan diri untuk bertanya.
Tapi hantu Alya hanya menunduk dan menunjuk ke arah luar di depan lorong. Dengan kebingungan aku mencoba bertanya lagi.Namun tiba-tiba hantu Alya malah menghilang.
***
Di tengah kebingungan, aku mencoba merangkai teka-teki yang sudah aku ketahui. Jadi, Alya di bunuh seseorang yang dia panggil mamang. Itu yang sudah aku ketahui. Kemudian hmm... Ah! Dia di kubur hidup-hidup.apa Alya mencoba memberitahu ku siapa pelaku nya?.
"Kamu lagi mikirin apa si ? Apa ada yang sakit ?" Mendadak kak Rio menghampiri ku.
Kebetulan aku sedang berdiam diri saja di kamar. setelah sholat isya, biasa nya anak yang lain bermain atau menonton tv di ruang depan. Kak Rio memang perhatian dia juga selalu menemani ku,bahkan mencari ku ketika aku ingin sendiri.
"Ah engga.lagi mau di kamar aja kak."
"Ketauan banget loh kamu sedang ada yang di tutupi. Aku seharian ini merhatiin kamu tau."
"Hehe .. hmm aku cuma lagi kebingungan aja kak." Jawab ku singkat.
"Bingung kenapa? Cerita aja sama aku. Aku janji ga bilang siapa-siapa."
Karna aku juga sedang bingung. tanpa pikir panjang ,akhir nya aku bilang kepada kak Rio tentang mimpi ku beberapa hari yang lalu.
"Jadi kak, aku mimpi soal anak yang bernama Alya. Dia minta tolong terus. Makan nya aku mastiin tentang Alya kemarin, waktu kita lagi lari pagi." Aku mencoba menjelaskan.
"Pantes aja, kok bisa kamu di mimpiin Alya si. Alya udah lama ilang." kak Rio tampak murung.
"Kak di mimpi ku Alya ga hilang. Dia di kubur"
"Maksud kamu?"
"Alya di bunuh."
Hening menyerang. Lalu kak Rio melihat sekeliling ruangan yang hanya ada kami ber dua.
"Zain kalau bahas Alya seperti ini lihat-lihat kondisi ya. Kalau ada bu Dewi jangan ngomongin Alya."