Break My Loneliness

nur aeni
Chapter #10

Bekas uks

Pelukan bu Dewi begitu lembut seperti membawa sesuatu yang rapuh, dia berjalan melewati lorong dengan lambat dan menuju ke aula dekat musholah panti.


Kemudian dia menurunkan ku, mengusap kepala ku dan mengelap pipi ku yang basah karna air mata. Dengan senyuman yang lembut dan mata yang sayu, bu Dewi mencoba mengajak ku ngobrol untuk pertama kali nya.


"Zain ibu tau ini pertama kali nya kita ngobrol tapi, Zain ga perlu takut ya sama ibu ?"


Aku mengangguk pelan sambil menatap bu Dewi, aku berfikir mungkin bu Dewi akan marah padaku. walau tidak akan marah seperti mang Asep tadi.


"Zain tau dari mana soal anak bernama Alya ? Kenapa zain bilang Alya di jahatin tadi nak ?"


"Itu aku cuma mimpi bu. Ada anak yang nama nya Alya yang di jahatin dan dia terus ganggu aku di mimpi."


aku bohong. Tidak mungkin aku bilang ke bu Alya kalau aku bisa melihat hantu kan? Bahkan kalau aku bilang kebenaran nya, itu malah lebih terlihat seperti kebohongan anak kecil.


Tapi tidak di sangka, ucapan bohong ku malah membuat bu Dewi mulai menitihkan air mata. Setetes,dua tetes, dan mulai bercucuran.


"Ibu .. ibu jangan nangis, maafin Zain bu."


Aku bingung harus apa. Aku menyesal telah membuat ibu menangis saat itu dan yang bisa ku lakukan hanya memeluk bu Dewi yang sedang duduk sambil mengelap air mata nya.


"Ga papa sayang,ibu gapapa."


"Ibu cuma kangen Alya, Alya anak ibu yang hilang kata nya di culik. Tapi ibu yakin kalau Alya ada yang jahatin. Ibu juga terus mimpiin Alya seperti kamu."


"ibu ga marah ?" Aku bertanya ragu-ragu.


"Engga sayang, malah ibu senang ada yang bicara soal Alya jadi, ibu bisa mengenang Alya lagi. Walau ibu ga tau dia dimana tapi, ibu berharap suatu hari ibu bisa ketemu lagi. Makasih ya zain" kemudian bu dewi tersenyum kecil.


Pembicaraan itu pun berakhir dan kami pun kembali ke dalam panti untuk menemui yang lain. Tanpa di sadari dari balik tembok ada seseorang dengan mata besar yang mengintip dengan sinis, sambil mengepalkan tangan dia pergi menghilang dalam kesunyian.


***


Lihat selengkapnya