Breezy Arlea Almas

Ayang Afrianti
Chapter #13

13.

“LELE!!!!”

Yuwin berseru seraya berlari saat Arle sudah duduk di atas motornya di depan sekolah baru Yuwin. Pria itu menepati janjinya untuk menjemput Yuwin dan pulang bersama. Namun, kali ini mereka harus berlatih band untuk lomba beberapa hari ke depan.

“Gimana sekolah barunya?” tanya Arle tersenyum tipis.

“Menyebalkan! Nanti gue cerita!” jawab Yuwin.

Arle mengangguk dan segera menyuruh Yuwin untuk naik. Lalu mereka pun pergi dari sana. Tanpa mereka sadari, ada Arson yang sejak tadi melihat interaksi mereka berdua. Wajahnya yang ramah kini berganti dengan wajah muram saat melihat kedekatan Yuwin dengan Arle.

“Oh, jadi itu Lele yang dia maksud tadi?” ucapnya lalu tersenyum tipis.

“Gue saranin jangan ganggu dia.”

Arson melirik pada Yuji yang tersenyum manis di sampingnya.

“Dia baru di sini, dan jangan sampai jadi target kebuasan lo. Dia cewek yang berbeda dengan cewek lainnya,” lanjut Yuji lalu pamit dengan sopan untuk pulang lebih dulu.

Arson hanya mendengus geli mendengarnya. Dari mana ia tahu jika Yuwin adalah wanita yang berbeda jika dirinya saja tidak mencoba?

Di tempat lain, Yuwin disambut hangat oleh teman-temannya di ruang musik. Hari ini mereka kembali berlatih membawakan lagu 510 untuk perlombaan nanti.

Yuwin merasa kembali hidup saat bertemu dengan mereka. Ia bisa bercanda, tertawa lepas, dan melepaskan semua beban di hatinya. Meski sudah berbeda sekolah, tapi mereka menepati janji untuk selalu ada untuk Yuwin.

Seperti latihan sebelumnya, Yuwin melakukan scream dengan baik. Suaranya begitu selaras dengan suara Lukas yang ngebass. Latihan kali ini dilakukan berulang kali hingga menjelang senja tiba.

“Gimana, Win, sekolah baru lo?” tanya Arkan selesai latihan.

“Gila. Siswanya gila semua, masa gue udah ditindas baru pertama masuk,” jawab Yuwin heboh.

“Kok bisa?” tanya Lukas.

“Sebab gue cantik kali,” jawab Yuwin seraya mengibaskan rambutnya.

“So pasti!” kata Bobby jengah.

Lantas Yuwin pun menceritakan tentang pengalamannya di sekolah baru. Semua mendengarkan dengan baik, hanya saja mereka ikut penasaran dengan apa yang dikatakan Yuji jika Yuwin sudah ditandai oleh Railey yang obsesif.

“Kayaknya gue harus pindah ke sana deh, biar lo aman,” kata Arle.

“Bucin detected again!” kata Bobby menggulir matanya bosan.

“Gak gitu, lagian si Arson itu baik kok.”

“Sebenernya namanya itu Arson ata Railey?” tanya Victo.

“Railey Arson,” jawab Yuwin.

“Buset dah, namanya keren.”

“Ngaca bjir!” kata Arkan menggeplak kepala Bobby dengan pelan.

“Ganteng, Win?” tanya Victo berniat menggoda Arle.

“Mana ada cantik, emang dia cong?” kata Yuwin membuat Victo terkekeh.

“Saingan Arle nih, alarm waspada menyala,” kata Lukas.

“Tenang, Le, gue paling pertama dorong lo buat adu jotos sama dia,” kata Victo yang langsung disoraki mereka.

“Bukan lo yang maju, malah ngedorong si Arle.”

“Ya, kan dia saingannya.”

“Bego memang!”

Mereka pun tertawa lepas dan puas sudah berhasil menggoda Arle.

Ke esokan harinya di sekolah, Yuwin kembali bertemu dengan Arson. Ketua Osis itu seperti sengaja menunggunya di gerbang sekolah. Tersenyum saat melihat Yuwin turun dari motor Arle. Sedangkan Arle menatap tidak suka padanya.

Lihat selengkapnya