Agape
Napas tenang Laura membuat Timur perlahan menggeser tubuhnya untuk beranjak dari sofa. Matanya tak berhenti menatap perempuan yang pernah atau masih menguasai hatinya itu.
“Tante...,” ujar Timur terkejut ketika melihat ibunda Laura menatapnya lembut.
“Sini,” ujar ibunda Laura memanggil Timur.
Berjalan mendekati ranjang tempat ibu dari Laura berbaring lemah, Timur kembali terkejut ketika tangan yang masih terpasang selang infus itu meraih pergelangan tangannya, menggenggamnya erat.
“Terima kasih, terima kasih kamu hadir lagi di kehidupan Laura,” kata Amyrea.
Menatap tulus ke dalam mata Timur, Amyrea sadar bahwa semua yang terjadi di rumah telah melukai Laura, dan secara tidak langsung juga Timur.
“Tante minta maaf. Maaf karena tante enggak becus memberikannya rumah, kamu juga ikut kena imbas dulu,” ucap Amyrea dengan nada terlampau tenang.
Timur menatap mata perempuan yang berusia setahun lebih tua dari ibunya itu dengan dalam, menelusuri satu per satu mata Amyrea, mencoba mencari setitik kebohongan. Tapi nihil, perempuan yang mewariskan tatapan sayunya pada Laura itu mengucapnya dengan tulus.
“Mommy titip Laura ya, kali ini jaga hubungan kalian dengan benar. Mau sebagai teman, pacar, apa pun itu. Mommy minta tolong,” ucapnya sambil kini menatap ke arah Laura yang tampak tenang dalam tidurnya.
“Timur enggak bisa janji tante. Timur enggak tahu gimana perasaan Laura sekarang. Tapi tante percaya ya, Timur bakal jagain dia, sebagai apa pun,” ucap Timur.
“Tapi.....,” ucap Amyrea menjeda kalimatnya.
Sementara Timur membiarkan hal itu, dengan tenang menunggu sampai Amyrea mau buka suara.
“Kamu tahu dia sempat cerai?” tanya Amyrea.
Tersenyum, Timur tahu arah pembicaraan ibunda Laura.
“Tahu kok Tan, dan Timur enggak apa-apa,” ujarnya.
(Laura, ke mana hatimu akan berlabuh akhirnya? Apakah aku bisa menyembuhkan semua lukamu? Apakah aku bisa menjadi rumah yang aman dan nyaman untukmu? ) Ucap Timur dalam hati saat menatap Laura.
“Oiya,kamu ikut Laura ke Jepang nanti malem?” tanya Amyrea.
“Eh, enggak Tan. Laura pergi sama Seno, dan mereka di sana kerja, bukan maen. Timur di sini aja jagain Tante,” kata Timur sambil tersenyum manis. Senyum teduh yang pernah berhasil meluluhkan hati Amyrea untuk memberikan Laura restu berpacaran dengan Timur.
“Loh kamu enggak apa-apa emang jagain tante di sini?” tanya Amyrea.
“Enggak apa-apa kok Tan. Nanti bisa gantian sama dek Leo,” kata Timur.
“Ngomong -ngomong adek Leo kemana ya Tan? Kok saya lama enggak lihat dia?” tanya Timur murni penasaran.
“Hadeh, Leo mah sibuk sama temen-temen kampusnya,” ujar Amyrea.
"Tapi harusnya bentar lagi sih dia dateng. Katanya mau ke sini soalnya tahu kalau kakaknya mau ke Jepang," kata Amyrea.
Bibir Amyrea belum sampai tertutup, tiba-tiba saja suara putra bungsunya terdengar.
Dan benar saja, tak lama pintu terbuka perlahan, menampakkan tubuh tinggi kurus, Leonardo Soerjono, adik dan pewaris utama kerajaan bisnis Soerjono.
“Mom...,” ucap Leo saat membuka pintu. Matanya langsung beradu pandang dengan Timur.
“Loh, Bang,” ucap Leo yang berjalan mendekat dan mengulurkan tangan pada Timur.
“Kamu apa kabar dek? Long time no see,” ujar Timur menyapa adik laki-laki Laura dengan akrab. Ia berdiri dan memeluk Leo hangat. Menatapnya penuh takjub.
Bagaimana tidak, menjalin asmara dengan Laura sejak masih SMA, otomatis Timur mengenal Leo sejak ia bahkan masih berumur 3 tahun. Bahkan saat ia menjalani hubungan jarak jauh dengan Laura, Timur masih sering datang ke rumah Laura untuk menemani Leo yang sering ditinggal sendiri oleh orangtuanya.
Jika mengingat kembali, rasanya Leo sudah seperti adik kandung bagi Timur. Timur tahu pasti seperti apa kondisi keluarga Laura hingga meskipun saat itu ia juga masih remaja, tapi ada rasa dalam hatinya yang ingin melindungi Leo. Ingin selalu memastikan Leo mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Itu sebabnya, diam-diam Timur dulu sering datang ke rumah Laura dan menemani Leo bermain.
Semua itu dipicu satu momen yang hanya diketahui Timur, di mana saat itu ia yang masih bertengkar dengan Laura memutuskan mendatangi rumah Laura. Bukan Laura yang ia temukan di rumah, melainkan Leo. Dan ia melihat Leo bermain sendiri di halaman rumah mereka yang luas. Anak sekecil itu terlihat tetap tenang, meskipun mungkin ia merasakan hal yang jauh atau sama menyakitkannya dengan Laura.
Karena itu, tak heran jika sampai saat ini, bahkan meskipun hubungan Laura dan Timur berakhir, Leo sebenarnya tetap bertukar kabar dengan Timur. Meskipun mereka memang hampir bisa dibilang tak pernah bertemu bertatap muka secara langsung.