Buah Dari Luka

Linda Er
Chapter #45

Dibawah Langit Yang Sama


Hari Sabtu ini terasa cerah dan menyenangkan. Udaranya sejuk, langitnya bersih, dan aku sudah tidak sabar ingin menjalankan rencana kecil yang sudah kami susun sejak beberapa hari lalu.

Saat keluar rumah, aku berhenti sejenak di samping motorku dan menepuk joknya pelan.

“Kamu yang nyetir atau aku?” tanyaku santai, meski sudut bibirku sudah mengantisipasi jawaban tertentu.

Tanpa ragu Riyu menjawab, “Aku aja.”

Aku langsung menatapnya penuh curiga. “Emang kamu bisa?”

Riyu mengangkat alis, wajahnya yakin sekali. “Bisa.”

Aku masih tidak percaya. “Yakin? Jangan-jangan nanti kita malah jatuh.”

Riyu mendekat, meraih helm dan memakaikannya ke kepalaku dengan gerakan pelan tapi tegas.

“Re… waktu kuliah aku pakai motor kali,” katanya sambil mengetuk pelan helmku, seolah menegur.

“Itu udah lama banget. Kamu pasti udah lupa caranya,” gumamku, setengah menggoda setengah khawatir.

Riyu terkekeh kecil sambil menyalakan motorku, tangannya bergerak mantap di setang.

“Aku juga masih ingat cara naik sepeda yang kupakai waktu SD. Jadi tenang aja.”

Aku memutar bola mata, tapi tak bisa menahan senyum.

“Ya udah, kalau aku jatuh, kamu yang tanggung jawab.”

Ia menoleh sebentar, senyum percaya diri itu muncul—senyum yang selalu berhasil membuatku menyerah.

“Aku selalu tanggung jawab kok soal kamu.”

Motor mulai melaju pelan keluar kompleks. Angin menyentuh wajahku, membawa aroma sore yang bersih. Tanpa sadar aku memeluk pinggangnya, dan di momen sesederhana itu, aku merasa aman—seolah dunia tidak sedang menuntut apapun dariku.

Perjalanan menuju taman kota terasa ringan. Tidak ada percakapan besar, hanya gumaman kecil, tawa singkat, dan kehadiran yang utuh.


Lihat selengkapnya