BUDAK CORPORATE

Onet Adithia Rizlan
Chapter #19

IBU HILANG

Subuh itu, Inut yang baru saja mendusin dan menggeliat sebentar ketika tiba-tiba saja terdengar suara teriakan Ibu dari kamar sebelah.

"Anwar! Anwaaar!"

Inut lalu bergegas keluar kamar.

"Anwaaaar..." teriak Ibu lagi

"Iya, Bu. Tunggu sebentar!" Inut membuka pintu kamar Ibu.

"Anwar ke mana?" tanya Ibu ketika ia melihat Inut masuk ke kamar.

"Apaan lagi sih, Bu?" ujar Inut agak kesal.

Ibu duduk di ranjang. Wajahnya terlihat panik.

"Anwar ke mana, sudah seminggu dia tidak pulang?" Ibu semakin meracau.

Inut mendekati dan duduk di samping Ibu.

"Bapak bawa truk ke luar kota, Bu. Baru kemarin berangkat," Inut menjelaskan.

Ibu menatap Inut seperti orang kebingungan.

" Kau siapa, yang aku cari Anwar, suamiku," Ibu terlihat tidak senang melihat Inut.

Inut menghela napas. Kesal.

" Aku Inut, anak Ibu."

Ibu tertawa dan menepuk-nepuk pundak Inut yang duduk di sampingnya.

"Anak dari mana? Aku dan Anwar baru saja menikah. Kami masih pengantin baru," Ibu senyum-senyum mengejek Inut.

Inut berdiri dan wajahnya masih terlihat kesal.

"Aku mau nyiapin sarapan dulu, setelah itu, baru Ibu mandi kemudian makan pagi."

Ibu menatap Inut yang melangkah menuju pintu kamar.

"Hei, kau Asih, kan? Kenapa berani masuk ke kamar ini?" ujar Ibu dengan nada geram.

Inut berhenti melangkah dan berbalik menatap Ibu yang masih duduk di ranjang.

"Asih sudah lama pulang kampung, dia tidak bekerja lagi di rumah kita. Sekarang aku yang menggantikan si Asih."

"Lalu kau siapa?" tanya Ibu heran.

"Aku Inut, anak Ibu!"

Setelah berkata seperti itu, Inut buru-buru keluar dari kamar. Dia tak mau lagi beradu kata dengan Ibunya yang mengalami demensia itu. Sedangkan Ibu cuma ngomong sendirian setelah ditinggal pergi Inut.

"Aneh si Asih sekarang, sudah berani mengaku-ngaku jadi anakku," Ibu kembali merebahkan dirinya ke pembaringan.

***

Raihanun melangkah dari parkiran mobil di basement dan ketika melintasi kantor orang-orang maintenance, dia bertemu dengan Ariel yang baru saja keluar dari kantornya.

"Selamat pagi, Mbak Anun?" sapa Ariel ramah.

Lihat selengkapnya