Sudah tiga hari Ibu pergi hari rumah, tanpa tau tujuannya mau kemana. Lalu Inut menganggapnya hilang. Hampir semua tempat yang kemungkinan disinggahi oleh ibu sudah didatangi Inut, tapi jejak keberadaan perempuan paruh baya pengidap demensia itu tidak juga ditemukan. Pak RT dan para tetangga sudah hampir menyerah untuk mencari, jalan terakhir yang mereka tempuh adalah menyiarkan berita orang hilang di sebuah stasiun radio.
"Hari ini mau kemana lagi e cari Ibu?"
Pagi itu Raihanun sedang memasak nasi goreng di dapur ketika Inut datang Raihanun menoleh dan menegur adiknya itu.
"Hari ini siapa saja yang ikut mencari Ibu?
"Kayaknya nggak ada lagi. Sudah tiga hari mereka ikut mencari Ibu. Itu sudah kepedulian yang luar biasa dari Pak RT dan para tetangga. Kita harus maklum juga, mereka juga punya kesibukan masing-masing. Kalau mereka berhenti mencari sampai di hari ketiga, kita mau bilang apa?"
Inut masuk ke kamar mandi meninggalkan Raihanun yang sedang sibuk menggoreng nasi di dapur.
***
Raihanun sedang sarapan ketika Inut berjalan dari arah dapur melewati ruang makan.
"Ini sarapan sudah, Mbak buatkan."
Raihanun berusaha menebus kesalahan pada Inut karena telah menuduh adiknya itu tidak becus menjaga Ibu mereka sehingga pergi dari rumah dan tidak diketahui keberadaannya sampai sekarang.
"Aku buru-buru mau ke kampus, ntar aja makan di kantin," sahut Inut sambil lalu.
Raihanun menoleh ingin mengatakan sesuatu, tapi adiknya itu sudah menghilang di balik pintu ruang tengah.
"Kapan nyari Ibu?" ujar Raihanun dengan suara sedikit berteriak.
"Nanti pulang kuliah!" terdengar sahutan Inut dari dalam kamarnya.
***
Ibunya Inut dan Raihanun sedang makan nasi bungkus di sebuah pos satpam komplek perumahan. Seorang Satpam masuk dari luar pos dan menaruh sebotol air mineral di dekat Ibu.
"Bu, ini minumnya. Makan yang kenyang, ya? Jangan sungkan-sungkan."
Ibu tak bereaksi, ia tampak makan dengan lahap. Agaknya sudah beberapa hari ia tak makan. Satpam yang keluar dari pos menemui temannya yang berdiri di dekat portal.
"Sepertinya Ibu itu sudah berhari-hari nggak makan."
Satpam yang berdiri dekat portal menoleh.
"Kita tidak bisa membiarkan di5 berada di pos kita, lebih dari sehari. Dia harus kita serahkan ke kantor polisi."
"Kita mau bilang apa ke polisi nanti?" tanya Satpam yang tadi memberikan air mineral kepada Ibu.
"Ya, bilang saja pos kita kedatangan Ibu-ibu linglung. Mungkin dia tersesat atau dibuang keluarganya."