Hai Semua, Sebelumnya perkenalkan nama aku Zara. Umur gue 28 tahun dan gue Jomblo.
Di lingkungan rumah, gue sering jadi bahan gunjingan tetangga perkara Belum menikah di usia hampir 30 tahun ini.
Gue menjaga diri selalu jadi bahan omongan gak laku, perawan tua sementara pacaran di tempat umum di biarkan seolah hal yg wajar. Anak tetangga yang Nikah, Saya yang dapat Ceramah, Anak Tetangga yang cerai saya yang dapat wejangan juga. Terus anak tetangga yang Nikah karena Hamil duluan tetap saya juga dapat kebagian ceramahannya. Akibat dari Ke Jomblo an ini gue sering di jodoh jodohin oleh teman,Tetangga Bahkan Keluarga. Mungkin saking empetnya mereka ngeliat gue sendiri mulu.
Semua orang yang akrab ke gue selalu menawarkan gue ke cowok cowok yang mereka Kenal. Seolah olah gue ini barang OBRAL an.
"Zar, Gue ada kenalan Cowok, kakak sepupunya besti Gue namanya Deon. Dia lagi nyari istri.lu mau Gak?? Kerja kantoran, PNS, punya Rumah,punya Mobil, udah mantap lah. Cocok buat lu. Gak bakalan susah susah amat lah idup lu." Inayah menarkan Zara
"Oke Deal." Jawab Zara
Saat Gue ketemuan sama Deon. Gilaaaa!! Deon NPD ternyata!
"Lu kerja di Mana?" Deon menanyai Zara.
"Di toko hiasan kaca depan." Jawab Zara singkat.
"Owh, gak masalah Sih. Gaji gue Gede. Bisalah ngidupin lu nanti kedepannya. Bahkan nampung keluarga lu juga gaji gue bisa. Lu lagi butuh duit gak?? Bisa gue kasih nih, Di dompet gue tebal nih." Deon tersenyum tipis ke Zara namun Zara melirik dan menggeleng pelan ke Inayah yang duduk memantau dari kejauhan.
"Hmm, maaf Deon kayanya aku harus pulang." Ucap Zara yang mulai Ilfiil
"Kemana? Grogi ya? Keliatan kok kamu gak pernah Nongkrong sama Cowok. Apalagi sekeren gue kan?" Deon mengangkat Kerah Bajunya. Zara menahan emosi memejamkan mata sementara dan menghela napas.
"Gak usah grogi gitu lah. Kalo emang suka bisa lebih serius lagi kok hubungan kita." Ucap Deon.
"Ha??" Zara sedikit terkejut.
"Udah lah Zar. Gue tau dari tatapan lo tadi gue udah Tau kalo lo juga punya perasaan sama Gue. Jujur pertama kali gue ngeliat Lo tadi udah mulai kerasa sih detak detak Cinta." Ucap Deon dengan PD nya.
"Bukan Gitu Deon." Ucap Zara pelan.
"Lu tau orang illfill gak sih?. PD banget jadi orang." Ucap Zara dalam Hati.
"Gimana?? Jadi kapan kita nikah?" Tanya Deon.
"Maaf kalo Nikah aku belum ada kepikiran. Maaf ya." Zara meminta maaf ke Deon.
"Lah kenapa? Munafik lo gak suka sama Gue. Kalo suka tu bilang suka kalo nggak ya bilang Nggak. Gue tau lu naksir berat ke Gue" Ucap Deon
"Oke nggak! Gue gak suka." Jelas Zara
"Why??" Tanya Deon
"Lu NPD!" Jelas Zara
"Hah. Munafik munafik. Gini ya dek. Kalo kamu emang suka gak usah minta di kejar. Kakak ini sudah tua. Gak mau main main. Tenang aja kakak gak bakalan selingkuhin kamu." Jelas Deon.
"Bukan lu yang selingkuh tapi takutnya gue yang selingkuh." Jelas Zara
"Eleh Deek, munafik banget Sih jadi Cewek. Kakak tau kamu tu mau di rayu di bujuk. kaya, pliss lah sayang terima aku jadi suami kamu. Gitu kan?? Maaf gak dulu dek. Kalo mau bilang mau nggak ya bilang nggak." Ucap Deon ke Zara. Zara melirik ke Deon sebentar dan mengalihkan pandangannya ke Jalan tepi cafe tempat mereka nongkrong.
"Nggak!! Aku bilang Nggak! Udah puaaas??" Tegas Zara
"Puas apanya?? Aneh ya kamu ini! Inayah yang kemaren nawar nawarin kamu biar aku mau nemuin kamu. Katanya kamu mau nikah sama aku. Kalo kaya gini aku gak sanggup deh ngadepin kamu. Aku nyerah."
Ucap Deon menggelengan kepala.
"Seharuanya kalimat itu aku yang ngucapiiiiiiiiin." Zara mulai kesal
Di meja Inayah dan adik Sepupu Deon yang memantau
"Nay, kayanya mereka Ribut deh itu!"
"Alah, Ribut manja paling. Biarin aja itu Deon ngerayu Zara. Zara kan belum pernah pacaran jadi emang abang lu kudu ekstra mahamin dia."jelas Inayah ke Clara
"Iih nggak deh kayanha ribut manja. Itu masa sampe Zara nepuk nepuk meja kek orang kesal yang udah Gedek banget gitu." Jawab clara.
"Clar, itu tu si Zara lagi manja manja sama Deon. Biarin aja lah." Inayah yang sedari tadi fokus ke gamenya sesekali memantau Deon dan Zara. Melihat Inayah sangat Yakin kalo Zara lagi manja, Clara pun lanjut main Hp nya kembali.
Kembali ke Zara dan Deon.
"Kamu kenapa sih? Dari tadi melawan banget di kasih tau! Kamu itu istri harus nurut ke suami. Gak boleh bantah. Keras kepala banget. Gak sanggup aku." Deon geleng geleng kepala.
"Gue yang gak sanggup sama luuu. Gueeeee. Lagian baru ketemuan pertama kali udah main istri suami ae" Zara kesal ke Deon dan hendak berdiri tapi di tarik lagi oleh Deon. Zara melihat ke arah Inayah dan Clara namun mereka sibuk melihat Hp masing masing.
"Sayang marah ya sama Aku??" Tanya Deon.
"Sayang??? Baru ketemu pertama iniii." Zara menempelkan tangannya ke jidat."
"Kamu cinta kan sama saya?? Gak usah munafik laah. Tenang aja saya setia. Aku tau pikiran kamu itu takut aku di rebut cewek lain dan aku pilih cewek lain kan?" Tiba tiba Deon bertanya demikian.
"Oi kemeti!! Aku ini gak mau sama kamu!!" Jelas Zara menepuk pelan meja ke sekian kalinya
"Kemeti? Kamu tau arti kemeti??" Tanya Deon.
"Tau. Kamu tau Gak?" Tanya Zara Balik
"Tau lah. Kutu Anjing kan?" Deon bertanya Ekspresi kesal.
"Lebih kurang lah begitu. Udah Susah payah di lepas tetap aja mau nempel." Ucap zara yang mulai menampakkan ekspresi kesal.
"Gak ada perumpaan lain gitu sayang yang lebih Romantis? Kamu mau ngasih aku sebutan spesial kan" Tanya Deon dengan tersenyum tipis. Sementara Zara mengerunyitkan Bibirnya kirinya sedikit ke atas.
"Matilah aku ketemu cowok modelan kau." Zara berdiri dari duduk nya meninggalkan Deon menuju Inayah.
"Balek kito." Ucap Zara menarik Inayah yang di Susul Clara. Melihat Zara pergi bersama Clara dan Inayah. Deon pun berusaha mengejar.
Selama Berbulan bulan Zara harus menghindar Dari Deon karena Deon terus mengganggu Zara bahkan sampai ke Rumah Zara.
Deon berhenti mendatangi Zara setelah Zara membawa Pria ke rumahnya yang di lihat Deon.
Pria tersebut merupakan Pria Jodohan ke 2 dari teman Zara yang Lain.