BUKAN GADIS OBRAL

Rahmayanti
Chapter #3

BGO Eps.2

"Ha. Aaa, aa"

Zara memegangi lehernya karena tenggorokannya sakit, keluarga Zara sudah menangis terutama ibu Zara menangis histeris melihat anak gadis satu satunya menahan sakit.

"Keluarkan lidah nya jangan di tarik."

Seorang pria paruh baya berusaha membuka mulut Zara, dan memasukkan tangannya ke mulut Zara.

"He. Ee. Ee.eee." Zara berusaha berbicara seraya menggelengkan kepala

"Coba bawa ke ustad dulu."ucap sepupu Zara yg perempuan.

"Aku bisa mintain air rukyah ke pak ustad." Ucap sepupu lelaki Zara yg diiringi sepupu Zara yg perempuan mengikuti sang sepupu lelaki.

"Aku udah gak tau lagi mau di bawak ke mana lagi anak ni. Tolong lah woi, tolong lah ,Tolong lah." Ibu Zara menangis mengusuk belakang Zara dengan berlinang air mata.

Tak lama kemudian sepupu Zara yang laki laki dan sepupu perempuan membawa seorang wanita tua bernama Nek sui.

Nek Sui yang melihat gelagat Zara segera berlari mendekat dan mengusap wajah Zara dan membisikkan sesuatu yang cukup lama.

Selama Nek Sui membacakan ayat" suci alquran di dekat telinga Zara, Zara yang sedari tadi menangis justru makin terlihat kesakitan saat mendengarkan lantunan ayat suci tersebut.

"Aaaaaaaaaaaaaa Sakiiiiiiiiiiitt, Sakit Nek."

Zara berteriak membuat semua terdiam. Mata Zara melotot dan memaki Nenek Sui

"Heh!Gak usah ikut Campur Nenek Tua!! Kamu bisa saya bunuh! Hihihihihihihihi."

Zara mendadak kesurupan dengan mata melotot ke arah Nek Sui.

"DIAM! BODOH!!"

Maki Zara ke sang Nenek. Namun Nek Sui tetap melanjutkan bacaan nya yg tak lama kemudian Zara kesakitan dan pingsan.

"Gak apa apa, biarkan dia istirahat. Nanti kalau dia bangun suruh minum air yang saya bawa di Botol ini."

Nek Sui memberikan sebotol Air mineral ke ibu Zara.

"Maaf Nek, Saya mau tau anak saya kira" kenapa ya?"

Ibu Zara mengusap air matanya seraya mengusap pelan kepala anak gadisnya yang di pangku.

"Dia ini ada kena dengam pria." Jawab sang Nenek singkat.

"Maksudnya nek?" Semua keluarga Zara bertanya kompak.

"Bukannya Kak Zara gak pernah dekat sama cowok ya?" Tanya sang sepupu perempuan Zara penasaran.

"Yang Kalian Gak tahu dia Gak pernah Dekat dengan Cowok, Itu Salah. Dia sering dekat dengan Laki laki namun tidak ada hubungan sekedar teman, Dengan yang kena ini, Cowoknya tidak terima si Zara lepas dari pengaruh dia."

"Dipelet maksudnya Nek?" Tanya bibi Zara

"Kalo di bilang di Pelet,kurang tepat. Zara ini di bikin nya seolah olah kaya bonekanya dia gitu loh, Jadi si Zara ini seperti apa ya bilangnya, kaya tunduk aja gitu ngelakuin apapun yg diucapin tapi seolah lebih halus. Itu yg justru bahaya karena gak keliatan dia kecintaan. Kaya seolah olah memang cinta Normal gitu. Kaya di tarik ulur. Kapan dia bosan ngehilang Zara percaya aja gak bakal nyariin dia, beda sama orang di pelet kan gak percaya kalo dia di pelet tapi tiap sebentar mau liat minimal fotonya lah."

Nek sui menjelaskan yg di dengar khidmat dengan keluarga Zara

"Emang masih ada Nek pelet pelet zaman sekarang? Kalo dulu kan Cinta di tolak dukun bertindak. Lah kalo sekarang Cinta di tolak Uang yang bertindak." Ipar perempuan pertama Zara (Sarah) bertanya.

"Ada, buktinya adik iparmu kena."

Jawab Nek Sui singkat.

"Kok nenek tau saya mbak iparnya Zara?" Tanya sang Ipar

" Sebelum 2 orang ini datang saya sudah tau dia bakalan datang dan tujuannya apa, makanya saya sudah siap duluan tanpa mereka berbicara."

Nenek sui menunjuk ke 2 sepupu Zara

"Iya, kami tadi cuma jemput belum ngomong apa apa tapi nenek Sui sudah bilang ayo berangkat." Ucap sepupu laki laki Zara

"Makanya lain kali Jangan Jadikan Alasan terlambat menikah untuk mengobral anak gadis. Iya kalo ketemu yang baik. Kalo yang jahat? Beginilah jadinya." Ucap sang nenek yang sibuk mengukir tulisan arab di atas kertas warna emas."

"Ngobral gimana maksudnya Nek?" Tanya sang Ibu yang mulai tenang.

"Kalian semua ngejodoh jodohin dia, ditawarkan gak yang tua,yang muda, yang kerja yang pengangguran semua kalian tawarkan, kaya barang Obralan yang gak laku dia kalian Buat.Ini Orang bukan Gadis Obral yang bebas kalian tawarkan. Apalagi kamu. Nawarin kok ke Om Om."

Nen Sui menunjuk sepupu perempuan Zara

"Lah kan dia sukanya yang Tua Nek. Sesuai tipe dia kok Nek."

Sepupu perempuan Zara menunjuk Zara.

"Dewasa bukan Tua Cung." Sang nenek menyuil tangan Sepupu Zara.

"Jadi cara kami mengobati Zara gimana Nek?" Ucap sang Abang Zara yang per tama.

"Nanti tempel tulisan ini di pintu kamarnya. Nanti campurkan setengah air di botol ini ke dalam baskom campur dengan bunga 7 warna siramkan waktu maghrib sesudah mandi. Salah satu Zara malas mandi karena dia ada pengaruh dari dalam yang membuat dia enggan kena air. Suruh dia Sholat,mengaji dan minta perlindungan Allah. S.W.T. Zara itu juga lemah karena jarang Sholat."

Nek Sui memberikan kertas emas yang bertulisakan huruf Arab.

"Nek, aku masih bingung mengenai adik Saya ini kenai nya karna apa."

Ucap sang abang ke dua

"Karna cinta! Cinta itu tai kambing bulat bulat aja di kira coklat." Jawab sang Nenek.

"Kok ngak nyambung Nenek ini." Ucap abang pertama Zara dalam Hati."

"Gini biar kalian gak bertanya tanya dalam hati kenapa bisa sampai Zara menunjukan reaksi seperti ini."

"Alamak, tau dia isi hatiku."

Lihat selengkapnya