BUKAN GADIS OBRAL

Rahmayanti
Chapter #2

BGO EPS 1

"Hmm.. maaf Bang. Kita semalam Chat an ya?" Zara bertanya ke Juan.

"Masa iya kamu lagi mabuk chat abang semalam Dek, apa itu bukan kamu? Cuma itu akun kamu yang chat abang. Kamu komen di status abang loh. Kamu cek aja riwayat chat an nya." Juan menjelaskan

"Hehehe.. lupa mungkin pas mau tidur Bang. Ya udah aku mau siap siap dulu bang. Mau pergi sama temen."

"Owh, mau kemana? Ke rumah Zia."

"Owh ya udah. Nanti malam abang telpon lagi ya. Bye Zara."

"Byee Bang Juan." Zara mematikan telponnya lalu buru buru membuka Hp nya

"ASTAGA!!!!."

"APAAN??" Ucap Kai kaget sementara Ibunya Zara hendak berjalan ke dapur namun Balik Lagi

"Kenapa Zar?" Tanya Ibunya.

"Pantesan Bang Juan Nelponin aku! Dikiranya aku naksir dia. Siapa ini yang bajak SOSMED AKU!!!" Zara memekik

"Emang apa ketikannya?" Tanya Bu Zara.

"Pasti ulah Bang Albi Nih!! Waktu itu dia minjem Hp lumayan Lama. Kayanya dia nautkan akun aku ke Hp dia deh. Yang komen ini bukan aku loh. Masa Bang Juan buat status [Gini banget gak ada yang Naksir, gak tau mau ngajak siapa Jalan. Kalo ada yang Naksir aku diem diem kirim lambaian tangan aja,Kita nikah sekalian] terus Akun aku melambaikan tangan sampe 3x." Zara menepuk Jidatnya.

"AllahuAkbar." Kai sedikit tersenyum ke Zara.

"Rezeki itu, terima aja dulu." Ucap Ibunya Zara.

"Czk" Zara berdecak kesal

"Ini belum ada yang dari Bang Bian gitu?? Sekalian?" Sambung Zara

Criiing crriiiing criing.

"nomor baru lagi, jangan Jangan dari jodohan Bang Bian." Ucap Zara

Panggikan tak terjawab nomor baru hanya di lihati saja oleh Zara.

Criing criiing criiing

"nomor baru lagi, gak tau dari siapa lagi ini."

"Paling tetangga. Atau nggak temenlu. Kan yang kami udah muncul semua." Jawab Kai.

Criiing criiiing criiing criiing criiiiing.

Hp Zara terus berdering.

"Dah, tenang kalo di bisukan gini.. Gilaaa!!! Gak di jawab kirim pesan semua. Yang mana yang harus aku balas? Pak Kades, Bang Yan,Bang Juan, siapa ini Orang Bank nih, dia perkenalan kerja di Bank namanya Gio, atau Wahyu keponakan Bude Siti tetangga kita yang sebelah rumah Pak RT atau Buseet nambah terus ini sampe CEO tempat lama aku kerja ikutan chat juga, belum lagi Deon,Aji, Dani sama Hardi Wa juga. Jadi yang mana aku balas ini. HAAAAA" Ucap Zara makin Kesal.

"Ya pilih aja yang lu mau salah satunya. Yang CEO keren tuh." Jawab Kai.

"Gak!!" Zara langsung menolak.

"Ya udah Bang Dani aja Mbak. Aku lebih setuju sama Bang Dani dari semuanya. Lagian Bang Dani kan gak salah salah sama lu." Jawab Kai.

"Gue bilang Nggak Ya Nggak! Gak mau sama Dani lagi."

"Ya udah sama yang pengusaha kemaren aja." Usul Kai

"Gak mau juga Gue!!."

"Lah gak mau semua? Emang yang pengusaha celah buruknya apaan??? Suka selingkuh???" Tanya Kai

"Bukan!!! Itu lebih buruk lagi kesalahannya. Dia nidurin Ibu kandungnya sendiri. Suka mikirin ibu kandungnya. GILA gak Tuh!!!."

"Naudzubillahiminzalik." Kai menjitak kepalanya dan menjitak meja 3x

"Itu udah penyakit itu. Harus si Obatin." Sahut Bude Siti yang tiba tiba masuk ke rumah Zara, Dimana Bude Siti biasa berlalu lalang di Rumah Zara karena Bude Siti sudah di anggap keluarga oleh keluarga Zara begitupun sebaliknya.

"Ya udah Pak Kades aja."ucap Ibunya Zara

"Nggak buu, Zara Mau bangun siang lagian kalo Pak Kades sibuk dianya."

"Ya udah Cari pengangguran aja Kamunya." Jawab Bu Is simple

"Ya gak pengangguran juga. Nanti makan Apa kami." Tanya Zara

"Nah Itu." Jawab Bu Is.

"Pokoknya aku belum mau Semua. Kok bisa bisanya Barengan Masuk chatnya mereka ke aku."

"Bales aja dulu satu satu Mbak. Nanti yang mana hati mbak lebih sreek baru deh mbak hapus semuanya fokus ke satu orang."

"Kalo gue gak mau gimana?? Mau apa?? Tanya Zara

"Nanti yang ada lepas semua mereka lu gak dapat Jodoh." Jelas Kai.

"Ya elah, Jodohmah gak perlu terlalu di Cari. Nanti juga datang sendiri."

"Lu tu udah tua, mana ada lagi yang mau nanti. Emang kamu pikir tambah tua tambah cantik?? Nggak!! Yang ada nanti kulitmu keriput keriput yang masih muda muda banyak. Mendingan cowok pilih yang muda. Kan dia juga ngidupin bininya." Bu Is menasehati Zara.

"Aman itu Bu. Banyak Kok yang mau sama Zara. Di Rayu dikit dapat Dah." Zara masang wajah tengil

"Terserah lu dah. Yang jelas gue udah nawarin." Kai bangkit dari duduknya masuk ke kamar.

Bu Is ibunya Zara juga pergi ke Ke dapur bersama Bude Siti. Tinggal Zara yang duduk di ruang tamu rebahan di Atas Kursi Ruang tamunya.

"Masa iya gue nerima Jodohan mereka semua. Keliatan Banget dong aku Gak Lakunya. Padahal Gue gak jelek jelek amat. Kok gak ada gitu ya yang nyantol ke Gue. Apa aura gue ketutup?? Ah masa siih?? Gue mau siih nerima. Cuma nanti takutnya pas nikah malah di ceng in sama mereka.. cie nikah Jalur perjodohan ni yee. Kan gak lucu ya kalo gitu. Apa gue coba cari sendiri dulu ya? Tapi kemana nyarinya? Kan gue disini sini aja. Kalo di Jodohin malu lah. Gengsi banget kalo harus di Jodoh jodohin." Ucap Zara dalam Hati.

"Owh!! Aku tau. Aku bisa download aplikasi cari Jodoh. Kan gak ada yang tau kalo aku nemu Jodohnya di Aplikasi itu. Nanti aku bilang aja ketemunya di tempat pertama kai kami ketemuan." Sambung Zara kembali dan Zara langsung memilah aplikasi Cari Jodoh di Hp nya.

"Kayanya yang ini aja deh. Coba dulu lah. Kalo Jelek nanti tinggal Hapus aja."

Lihat selengkapnya