"Assallamuallaikum."
Kai yang di ikuti Nek Sui masuk ke dalam rumah.
"Silahkan Nek. Duduk dulu Nek." Ibu Is mempersilahkan Nek Sui untuk duduk
"Santai aja, gak usah terlalu begitu. Aku udah anggap kalian kaya keluarga. Gimana kabar kamu??." Tanya Nek Sui ke Zara
"Alhamdulillah baik Nek. Makasih udah bantu ngobatin Zara kemaren Nek." Ucap Zara.
"Makasih kok ke Nenek?? Ke Tuhan ngucapin makasihnya. Lewat ibadah. Sholat jangan tinggal. Dengar kamu?? Kamu nih lemah. Gak usah terlalu sering menghayal."
"Menghayal apa nek?" Tanya Albi
"Menghayal yang gak baik kah Nek??" Ucap Kai
"Kebanyakan nonton Dracin." Sahut Nek Sui yang membuat Zara tertunduk malu.
"Eii Nenek." Sahut Zara membuat semua tersenyum.
"Nek. Bisa gak buat yang suka ngirin gini. Kita kirim balik ke orang yang kirim??." Ucap Zara seraya menyodorkan bungkusan plastik hitam berisi kembang dan bulu ayam hitam yang ada foto dirinya.
"Kamu pikir Nenek dukun Kah??" Ucap Nek Sui
"Nenek Gak bisa kirim yang kaya gitu. Nenek gak punya ilmu dukun. Paling bisa biar kamu lupa sama Gai. Biar dia Gak balik lagi ganggu kamu. Atau kamu masih mau sama Gai??." Tanya Nek Sui
"Nggak ah Nek. Aku udah kaya kemaren mana mungkin masih mau." Jawab Zara ketus.
"Siapa tau!! Kan kamu udah kena jurusnya Gai. Itu si Gai nyesal ituu nyelingkuhin kamu. Pengennya dia kamu itu nikah balikan sama dia tapi kamunya Nolak. Ya marah lah dia. Ini kirimannya dari dia sebagai tanda cinta ini." Nek Sui mendorong bungkusan hitam ke arah Zara.
"Berarti emang bener kan tebakan aku. Kalo ini kiriman antara Gai sama Ridwan." Ucap Zara.
"Ridwan itu juga kurang bagus kalo mau jadi suami. Nanti bisa bisa kamu yang Jadi tulang punggung yang ada." Jawab Nek Sui
"Kalo kamu masih cinta kalo kata orang Mah. Buat perjanjian aja sama Gai. Bilang aja kalo masih juga tingkahnya sama kaya sebelumnya. Dia bakalan jadi pocong. Suruh dia Sumpah Pocong di masjid di saksikan Banyak orang. Berani gak Dia? Kalo gak berani buang Aja lah. Banyak Cowok di dunia ini." Sambung Nek Sui.
"Nggak ah Nek. Ngapain masih milih Dia." Sahut Zara
"Jadi gimana Nek? Ini?" Tanya Bu Is
"Apanya yang gimana??" Tanya Nek Sui balik.
"Udah sehat si Zara Nek? Udah ilang betul itu jurus dari si Gai Nek?" Tanya Sarah yang duduk di sebelah Mertuanya yang berhadapan dengan Nek Sui.
"Sudah. Cuma buat Gai itu kalo gak di Hadang bisa datang lagi. Kita Buat si Gai biar gak ke sini ketemu sama Zara. Soalny kalo Zara ngelupain Gai itu gak bisa juga karena masih ada sisa sisa cinta kalo kata anak muda zaman Sekarang." Ucap Nek Sui
"Iya Nek. Ada lah Pepatah. Percintaanmu belum Afdol kalo belum ke Dukun." Sahut Adel.
"Saya bukan Dukun!!! Cuma bantu obati aja. Kalo dukun tu yang nyantet orang itunah." Jelas Nek Sui
"Maaf Nek. Bukan Nenek maksudnya temen Adel cerita." Adel menepuk pelan lengan Kai di sebelahnya karena ia sadar ucapannya salah sementara Kai hanya menggelang pelan menatap Adel
"Gimana caranya Nek? Kan Gai nya Jauh.??" Tanya Sarah.
"Bisa aja nanti kasih makanan atau minuman yang udah di bacain. Cuma kalo Zara yang nemuin dia malah kena Lagi takutnya. Apalagi dia udah tau Zara udah tahap kesurupan pasti dia bakalan lebih banyak lagi masukkan ajian ke tubuh Zara." Ucap Nek Sui.
"Jadi gimana Nek? Magarin Rumah aja biar dia gak bisa ke rumah?" Tanya Bu Is
"Nanti malam telur ini kamu lempar ke atas lalu biarkan dia jatuh ke bawah sampai pecah berserakan. Semakin ancur telurnya semakin Bagus." Ucap Nek Sui memberikan sebutir telur yang sudah di rendam dan di gosok gosoknya dengan air bawaan Nek Sui dari rumah.
"Telur ini kan yang dari Gai tapi Nek??" Ucap Zara
"Ya terus kenapa kalo dari Gai?? Gak apa apa lah. Dapat obat tanpa mencari kita kan. Bisa di pakek itu telurnya." Ucap Nek Sui.
"Coba sini ambilkan dulu nenek piring sama spidol." Pinta Nek Sui ke Zara
"Bentar Nek. Aku ambilin." Zara berdiri mengambil sesuai permintaan Nek Sui
"Ini Nek." Zara memberikan perlengkapan yang di minta Nek Sui
"Siapa nama Bin nya Gai??." Tanya Nek Sui ke Zara
"Ruslandion." Jawab Zara
"Nama Aslinya?." Sambung Nek Sui bertanya cepat ke Zara
"Gairo Azdi barka."
"Tanggal Lahirnya."
"1 Januari 1991." Jawab Zara Cepat
"Kok lu bisa tau sape detail segitu padahal cuma 2x ketemu?? Mbak aja sering lupa tanggal Lahir Mas Albi." Ucap Sarah
"Setiap yang mau PDKT sama Aku wajib sertakan foto KTP sama KK." Jawab Zara
"Buseeet. Itu PDKT apa Pinjol??" Sahut Kai.
"Ya antisipasi aja kalo terjadi hal buruk gini kan aku udah tau nama sama Bin nya." Jelas Zara.