BUKAN GADIS OBRAL

Rahmayanti
Chapter #10

BGO Eps 10

"Guyysss, Aku deg deg an mau ketemuan sama Arip. Aku grogi banget ini." Ucap Zara duduk di kursi terlihat Gelisah di dampingi ke 3 temannya. Fitri dan Putri.

"Lu tenang makanya. Kalo lu petakilan gini yang ada Arip illfill sama lo Zar. Ingat Zar. Ingat. Kalo Dia D.O.S.E.N!! Dia gak bakalan mau kalo lu kaya bocah gini." Ucap putri

"Gue udah Cakep belum??" Tanya Zara

"Zaar. Ya ampun!! Itu udah pertanyaan ke 10 yang lu tanyain ke kita!!! Emang harus ada Zia di sini biar lu percaya. Lukan kalo udah di bentak Zia baru percaya. Sayangnya tuh Bocah kerja gak bisa dateng." Ucap Fitri

"Lagian lu kecepetan siapnya. Ini baru jam 4 sore sedangkan dia aja katanya datang jam 7 malam abis maghrib." Sahut Putri

Ke dua teman Zara berkipas menggunakan Kertas karena kepanasan menggunakan baju gamis panjang.

"Panas lagi ini Baju." Ucap fitri membuka resleting bajunya sebagian.

"Demi lu ini ya Zar. Kita bertiga rela kepanasan make baju ginian dari Jam 4 padahal mereka datang Jam 7 malam." Ucap Putri.

"Iya. Asli gue kek mau meleduk ini." Zia makin kuat mengipasi wajahnya yang udah mulai berjatuhan keringat

"Gak lama lagi kok. Atau temenin aku beli snack di depan yok. Sekalian aku mau beli Permen yang buat melegakan tenggorokan perih." Ajak Zara

"Nah boleh tuh. Kami mau ngadem juga sekalian di minimarket. Kamar lu buseet dah. Kek kompor mak gua." Ucap Fitri.

"Udah ayook. Nyerocos aja." Ucap Zara

~~minimarket~~

"Zar. Ini permen yang ampuh buat melegakan nafas lu, mana Cowok klepek klepek sama ini, Dijamin Arip suka sama ini." Ucap Fitri menyodorkan kotak bergambar melon, Anggur dan pisang

"Ini ya?? Emang beda ya kalo yang udah nikah. Oh iya Rasa apa yang enak Fit?" Tanya Zara melihat kotak yang disodorkan Fitri membedakan ketiganya. Mata Putri terbelalak melihat ke Fitri namun Fitri mengedipkan sebelah mata seolah memberi kode ke Putri. Putri memahami kode yang di berikan fitri lalu mereka berdua tersenyum tiba tiba Zahra berjalan menuju kasir

"Bang. Abang nya suka yang mana??" Tanya Zahra ke abang kasir yang sedang minum

"Ha? Maksudnya mbak?" Si Abang Kasir terkejut sampai menyemburkan air serta sedikit tebelalak mendengar pertanyaan Zara. ke dua Rekan kasir pun melirik ke Abang kasir sebentar lalu kembali pura pura menyusun barang yang tidak jauh dari Kasir.

"Aku mau ketemuan sama Cowokku, Abang kan sesama Cowok. Menurut abang enakan yang mana aromanya?" Tanya Zara dengan Wajah polosnya.

Si Abang kasir terlihat Canggung dan melihat rekan cowok dan Cewek yang sedang menyusun barang di Rak.

"Melon aja mbak. Lebih soft." Ucap Rekan kerja kasir yang Cowo saat sedang menyusun barang di sebelah rekan kerja Cewe. Spontan di tepuk pelan oleh teman sekerjanya yang Cewe yang menahan tawa.

Zara mulai sedikit curiga melihat kelakuan crew toko dan memanggil kedua temannya yang mengangguk dan menunjuk ke arah kaki menandakan dia menunggu di sini.

"Matilah kita Fit. Abis kita di maki Zara kalo dia tau Itu Kondom." Ucap Putri

"Udah diem aja. Kan nanti sampai di Rumah kita kasih tau kalo itu Kondom. Kalo sekarang kita kasih tau malah kita di buli sama orang toko." Jawab Fitri singkat

"Tapi kasian tuh liat mukanya Zara kek Orang polos banget tau gak sih Fit. Karyawan toko itu udah nawan ketawa. Orang toko ngirain Zara emang mau make buat yang aneh aneh soalnya kan orang toko gak tau kalo Zara ngiranya itu permen buat ngelegain tenggorokannya yang seret." Jelas Putri

"Eh eh dia kesini." Fitri dan Putri terdiam sejenak.

"Udah Zar?? Ayok." Tanya Putri dan Zara

"Udah Fit.put. ayo pulang."

Selama di perjalanan pulang Zara,putri dan Fitri bercerita cerita sementara Arip bersama ke 5 temannya mencari buah tangan yang akan di bawa ke Zara.

"Bang Don,Jum,Lif,Chen,Buy. Menurut kalian ber lima. Buah tangan apa yang bagus buat kita bawa ke Zara??" Tanya Arip

"Menurut abang sih Rip yang lebih kecewek an aja. Sesuatu yang simple tapi memperlihatkan kalo kamu itu memperhatikan dia sampai ke hal terkecil." Ucap Doni

"Bisa Kue,Cincin,Bunga,parfum." Jawab Anchen

"Wisss. Bukan main playboy kita. Paham semuanya ya." Jawab buyki

"Yee, yang kaya gitu gak mesti playboy!! Cowok biasa juga tau kalii." Sahut Anchen

"Gak usah tegang amat Rip." Alif merapikan kerah baju Arip yang terlihat Gugup.

"Sedikit Grogi gue guys." Ucap Arip

"Tapi bisa ya, lu ngincer dari dia 2022 sekalipun dia gak mau nemuin lu, dan lu juga gak minat nemuin dia eh malah ketemu di aplikasi cari Jodoh tahun 2026. Udah 4 tahun berlalu dan kalian ketemu nya lucu pulak. Kalo emang mau kenapa harus nganggurin waktu 4 tahun sih." Ucap Juma.

"Itulah namanya Jodoh Jum. Banyak yang unik kek gak di sangka sangka cara ketemu Jodoh tu. Kek ngerasa mimpi gitu." Sahut Doni.

"Ini kemana dulu kita?" Tanya Achen yang mengemudikan mobil.

"Beli semua yang kamu sebutin tadi aja Chen. Terserah kamu mau ke mana duluan" Ucap Arip

"Jadi kita ke toko bunga depan dulu ya. Soalnya kan di depan lebih dekat toko bunga." Ucap Achen seraya memutar stir mobilnya.

"Atur atur lah Chen." Ucap Doni."

Setelah membeli bunga mereka ber enam ke toko parfum membeli parfum dan menuju ke toko Mas untuk membeli cincin.

"Ukuran berapa Mas??" Tanya Karyawan toko nya.

"Ukuran berapa Mas Don?" Tanya Arip ke Doni

"Ya mana gue tau jarinya Zara. Kan calon istri lu." Jawab Doni

"Emang Harus ada ukuranny mbak?" Tanya Arip

"Iya." Jawab singkat si karyawan.

"Jari mbak aja deh cobain. Kalo pas berarti Pas." Ucan Achen

"Gak bisa gitu dong Chen. Kalo ternyata gedean jari Zara ketimbang Mbak nya yang ada gak ke pake." Ucap Doni

"Ya terus gimana? Masa iya kita harus ukur jari Zara dulu ke sana baru ke sini lagi." Ucap Achen

Lihat selengkapnya