BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #1

BAB 1 UANG YANG HARUS BERKEMBANG

BAB 1 UANG YANG HARUS BERKEMBANG

Pukul sebelas malam, Sony masih terjaga.

Kamar kontrakannya sederhana. Sebuah meja, laptop tua, kipas angin yang berisik, dan sebuah lemari plastik yang pintunya sudah tidak bisa menutup rapat.

Di atas meja ada buku tabungan.

Sony membukanya sekali lagi.

Rp50.000.000.

Ia tersenyum kecil.

Lima puluh juta.

Bukan jumlah yang membuat seseorang kaya. Tetapi bagi Sony, uang itu dikumpulkan dengan susah payah. Bertahun-tahun bekerja, menahan keinginan membeli ini dan itu, sampai akhirnya angka di rekeningnya mencapai jumlah yang menurutnya cukup untuk mengubah hidup.

Masalahnya sekarang justru sederhana.

Uang itu mau diapakan?

Sony bekerja sebagai teknisi komputer. Penghasilannya lumayan, tetapi tidak pernah terasa cukup. Setiap bulan ada saja yang harus dibayar.

Sewa rumah.

Listrik.

Kebutuhan orang tua.

Kebutuhan dirinya sendiri.

Dan yang paling membuatnya gelisah adalah satu kenyataan: kalau ia terus bekerja dengan cara yang sama, mungkin sepuluh tahun lagi hidupnya juga tidak akan jauh berbeda.

Ia menutup buku tabungan.

"Harus berkembang," gumamnya.

Kalimat itu sebenarnya sudah beberapa bulan tinggal di kepalanya.

Uang tidak boleh hanya diam di rekening.

Tetapi bagaimana membuatnya berkembang?

Deposito?

Emas?

Usaha?

Atau saham?

Kata terakhir itulah yang belakangan sering muncul di layar ponselnya.

SAHAM.

Sony membuka aplikasi pesan.

Ada sebuah grup WhatsApp yang berisi teman-temannya sejak sekolah. Beberapa minggu terakhir, pembicaraan di grup itu berubah. Dulu mereka membicarakan sepak bola, motor, dan pekerjaan.

Sekarang hampir setiap hari ada yang mengirim tangkapan layar.

Lihat selengkapnya