BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #2

BAB 2 KEUNTUNGAN PERTAMA

BAB 2 KEUNTUNGAN PERTAMA

Pagi itu Sony bangun lebih cepat dari biasanya. Bukan karena harus bekerja. Ia terbangun karena sebuah pesan yang masuk ke ponselnya. Dari Maya. Sony membacanya sambil masih berbaring.

"Son, nanti kita ngobrol ya. Ada yang mau aku bicarakan."

Sony langsung tahu ada sesuatu. Mereka sudah berpacaran hampir tiga tahun. Beberapa bulan terakhir mereka mulai sering membicarakan pernikahan.

Bukan lagi sekadar,

"Nanti kalau kita menikah..."

Tetapi sudah mulai membicarakan hal-hal nyata. Rumah di mana? Biaya pernikahan berapa? Bagaimana dengan pekerjaan? Bagaimana kehidupan setelah menikah? Dan pertanyaan yang paling sulit : "Kita sudah siap belum?"

Sony bangkit dari tempat tidur. Ia menelepon Maya.

"Kenapa?"

"Enggak apa-apa. Nanti aja ngomongnya."

"Maya."

Hening beberapa detik.

Kemudian Maya berkata pelan,

"Kayaknya kita tunda dulu rencana nikah kita."

Sony terdiam.

"Kenapa?"

"Kita belum siap, Son."

"Belum siap bagaimana?"

"Finansial."

Satu kata itu membuat Sony diam lebih lama.

Maya melanjutkan.

"Aku juga belum punya tabungan yang cukup. Kamu juga. Kalau kita menikah sekarang, setelah itu bagaimana?"

Sony tidak bisa membantah.

Ia tahu Maya benar.

Penghasilannya cukup untuk hidup.

Tetapi menikah bukan hanya soal membayar pesta.

Ada tempat tinggal.

Kebutuhan sehari-hari.

Tabungan darurat.

Dan kehidupan yang harus mereka bangun bersama.

"Jadi kamu mau putus?"

"Bukan."

Suara Maya terdengar tegas.

"Aku masih mau sama kamu. Aku cuma tidak mau kita menikah dalam keadaan belum siap."

Sony menarik napas panjang.

"Berapa lama?"

"Aku nggak tahu."

Jawaban itu justru terasa lebih berat.

Telepon berakhir beberapa menit kemudian.

Sony duduk di tepi tempat tidur.

Lihat selengkapnya