BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #7

BAB 7 SAHAM YANG TERBANG

BAB 7 SAHAM YANG TERBANG

Senin pagi, Sony datang ke warung Bima dengan wajah berbeda.

"Mas, ada saham yang naik 18 persen."

Bima tetap sibuk menyeduh kopi.

"Terus?"

"Lumayan, kan?"

"Punya?"

"Belum."

"Kenapa tertarik?"

Sony membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah grafik.

"Lihat. Seminggu naik terus."

Bima melihat sebentar.

"Terus kamu mau beli?"

"Kayaknya."

"Kenapa?"

Sony terdiam.

Pertanyaan itu lagi.

"Karena... kelihatannya bagus."

Bima tersenyum.

"Kelihatannya bagus atau bisnisnya bagus?"

Sony menggaruk kepala.

"Belum tahu."

"Berarti kamu sudah lupa pelajaran kita."

Sony tertawa.

"Bukan lupa. Cuma... tergoda."

"Nah. Itu lebih jujur."

Saham itu sedang ramai dibicarakan.

Di grup WhatsApp, orang-orang mengirim tangkapan layar keuntungan.

Ada yang mengaku sudah mendapat puluhan persen.

Ada yang berkata saham itu baru mulai naik.

Ada pula yang mengatakan harga akan berkali-kali lipat.

Sony membaca semuanya.

Semakin banyak membaca, semakin besar keinginannya untuk membeli.

Ia teringat uang Rp50 jutanya.

Ia teringat Maya.

Pernikahan yang tertunda.

Rumah yang belum ada.

Masa depan yang ingin segera dibangun.

Bukankah ini kesempatan?

Kalau ia bisa mendapatkan keuntungan besar, mungkin jarak menuju tujuan mereka menjadi lebih pendek.

Sony menatap Bima.

"Kalau saya beli sedikit?"

Bima mengangguk.

"Boleh."

Sony terkejut.

"Serius?"

"Uangmu."

"Tapi Mas tadi bilang jangan tergoda."

Lihat selengkapnya