BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #13

BAB 13 AKU SUDAH PINTAR

BAB 13 AKU SUDAH PINTAR

Enam bulan telah berlalu sejak Sony bertemu Bima.

Enam bulan yang terasa seperti enam tahun.

Ia sudah belajar membaca laporan keuangan. Sudah memahami ROE, PER, PBV, dividen, nilai intrinsik, dan margin of safety.

Yang paling berubah bukan isi kepalanya.

Tetapi kebiasaannya.

Dulu, setiap lima menit ia membuka aplikasi saham.

Sekarang kadang seharian ia tidak melihat harga.

Dulu, saham naik sedikit saja ia senang.

Sekarang ia lebih tertarik melihat laporan perusahaan.

Dan hasilnya mulai terlihat.

Portofolionya tumbuh.

Tidak spektakuler.

Tetapi konsisten.

Suatu malam Sony menghitung seluruh investasinya.

Ia tersenyum.

"Lumayan."

Kemudian sebuah pikiran muncul.

Aku sudah pintar.

Keesokan harinya Sony datang ke warung Bima.

"Mas."

"Ya?"

"Aku menemukan saham bagus."

"Perusahaannya?"

"Bagus."

"Kenapa?"

Sony langsung menjawab.

"Labanya tumbuh. ROE tinggi. Utangnya terkendali. Arus kasnya bagus. Manajemennya juga bagus."

Bima tersenyum.

"Terus?"

"Menurutku pasar belum menyadarinya."

Bima mengangkat alis.

"Wah."

"Apa?"

"Kamu sudah mulai bicara seperti fund manager."

Sony tertawa bangga.

"Serius, Mas. Saya yakin."

"Berapa harga wajarnya?"

Sony menunjukkan perhitungannya.

Bima melihat sebentar.

"Berapa margin of safety?"

Sony menjawab.

"Sekitar dua puluh persen."

"Cukup?"

"Menurut saya."

Bima mengangguk.

"Kalau begitu, silakan."

Sony membeli.

Kali ini cukup besar.

Ia merasa sangat yakin.

Hari pertama saham itu naik.

Sony tersenyum.

Hari kedua naik lagi.

Lihat selengkapnya