BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #17

BAB 17 SAHAM SEPULUH KALI LIPAT

BAB 17 SAHAM SEPULUH KALI LIPAT

Pesan Sony akhirnya mendapat balasan.

"Laporan keuangan? Nanti aja, Son. Yang penting prospeknya besar."

Sony tersenyum membaca kalimat itu.

Ia teringat dirinya sendiri enam bulan lalu.

"Yang penting harganya naik."

Ternyata manusia bisa berubah.

Dulu ia mengejar grafik.

Sekarang ia mengejar alasan.

Sony mengetik:

"Bisnisnya menghasilkan uang dari apa?"

Balasan datang beberapa menit kemudian.

"Teknologi."

Sony mengernyit.

"Teknologi apa?"

"Pokoknya teknologi masa depan."

Sony tertawa.

"Pokoknya teknologi masa depan."

Ia langsung tahu.

Ini bukan analisis.

Malam itu Sony menceritakan percakapan tersebut kepada Bima.

"Mas, katanya saham itu bisa sepuluh kali lipat."

"Bisa."

Sony terkejut.

"Mas percaya?"

"Bukan soal percaya."

"Lalu?"

"Secara teori, sebuah saham memang bisa naik sepuluh kali lipat."

"Terus kenapa Mas santai?"

"Karena pertanyaan pentingnya bukan bisa atau tidak."

Bima menatap Sony.

"Pertanyaannya: berapa besar kemungkinan itu terjadi dan apa yang harus terjadi supaya bisa terjadi?"

Sony terdiam.

Kalimat itu terasa sederhana.

Tetapi sangat berbeda dengan cara berpikir yang selama ini ia temui di media sosial.

Di sana orang berbicara tentang:

10x.

100x.

Multibagger.

Sedikit sekali yang berbicara tentang:

laba.

arus kas.

valuasi.

risiko.

Bima mengambil kertas.

"Misalnya perusahaan ini sekarang menghasilkan laba Rp10 miliar."

"Ya."

"Kalau suatu hari harga sahamnya menjadi sepuluh kali lipat, apakah laba perusahaan juga harus tumbuh?"

"Tidak selalu."

"Benar. Tetapi kalau harga naik terlalu jauh tanpa dukungan pertumbuhan bisnis, apa yang terjadi?"

"Valuasinya menjadi mahal."

"Nah."

Sony mulai menghitung.

Lihat selengkapnya