BUKAN MAIN SAHAM

Prasetya
Chapter #29

BAB 29 UANG YANG BEKERJA DALAM DIAM

BAB 29 UANG YANG BEKERJA DALAM DIAM

Malam itu Sony duduk sendirian di depan laptop.

Di layar terbuka spreadsheet portofolionya.

Ia memasukkan semua data.

Modal awal.

Tambahan investasi.

Dividen.

Keuntungan.

Kerugian.

Semua transaksi selama beberapa tahun terakhir.

Kemudian ia berhenti.

"Selama ini saya cuma melihat saldo."

Padahal saldo bukan cerita lengkap.

Yang ingin ia ketahui adalah:

Seberapa efektif uangnya berkembang?

Keesokan paginya Sony membawa spreadsheet itu kepada Bima.

"Mas, saya mau tahu sebenarnya saya untung berapa."

Bima melihat tabelnya.

"Ini?"

"Totalnya."

"Jangan cuma jumlah rupiahnya."

"Kenapa?"

"Karena Rp20 juta keuntungan dari modal Rp100 juta berbeda dengan Rp20 juta dari modal Rp500 juta."

Sony mengangguk.

"Berarti harus lihat persentase."

"Dan waktunya."

"Karena kalau saya untung 20 persen dalam satu tahun berbeda dengan 20 persen dalam lima tahun."

"Betul."

Bima menulis:

Return harus dilihat bersama waktu.

Sony mulai mengerti.

Bima kemudian memberikan contoh.

"Misalnya kamu punya Rp100 juta."

Sony menulis.

"Setahun tumbuh 10%."

"Jadi Rp110 juta."

"Tahun kedua tumbuh 10% lagi."

"Rp121 juta."

"Bukan Rp120 juta."

Sony tersenyum.

"Karena tahun kedua keuntungan dihitung dari Rp110 juta."

"Ya."

"Jadi keuntungan sebelumnya ikut menghasilkan keuntungan."

Bima mengangguk.

"Itulah compounding."

Sony memandang angka itu.

Rp100 juta → Rp110 juta → Rp121 juta → Rp133,1 juta...

Tidak terlihat luar biasa.

Tetapi semakin lama, jaraknya semakin besar.

"Berarti compounding itu seperti bola salju?"

"Analogi yang bagus."

"Awalnya kecil."

"Ya."

"Lalu semakin besar karena hasil sebelumnya ikut bekerja."

"Persis."

Sony kemudian bertanya:

"Kalau begitu kuncinya return tinggi?"

Bima menggeleng.

"Bukan hanya itu."

"Lalu?"

Return × waktu × disiplin.

Sony mencatat.

Lihat selengkapnya