Bukan Pacaran Biasa

DMRamdhan
Chapter #31

Bahas Naskah Drama, Atau Curhat?

Senyum Kak Alya benar-benar sirna. Wajahnya memucat, air mukanya menegang. Aku bisa lihat pupil matanya mengecil di balik kacamatanya. Panik setengah mati!

“Ma-ma-ma-ma-maaf! Maaf! Lu-lu-lu-lupakan! Lupakan perkataanku!”

Kak Alya gelagapan sambil mengibas-ngibaskan kedua telapak tangannya. Tingkahnya menunjukkan apa yang baru saja dia tanyakan, keluar dari mulut Kak Alya tanpa melalui proses berpikir terlebih dahulu. Benar-benar spontan.

Ugh! Bodohnya aku!” rintih Kak Alya sambil mengalihkan kedua telapak tangannya ke wajahnya sendiri.

“Iya, Anna suka sama Rio,” jawabku lirih, mengabaikan salah tingkah Kak Alya.

Aku lihat Kak Alya mengintip dari celah jemarinya dan kemudian melepas tangannya sambil berkata, “Ka-kamu ti-ti-tidak usah menjawabnya ... ka-ka-kalau kamu keberatan.”

“Sepertinya Kak Alya juga perlu tahu, kalau Anna suka sama Rio. Nia juga tahu Anna suka sama Rio … dan … Anna juga tahu kalau … Nia sama Rio sudah menikah.”

“Eh?” Kak Alya tampak tercenung dan menatapku bingung. Tidak menyangka dengan lanjutan jawabanku.

Aku coba memasang senyum untuk menghadapi tatapan Kak Alya tapi … kok terasa pedih, ya?

“Darimana Kak Alya tahu Anna suka sama Rio?” tanyaku, mencoba meredam perasaan pedih itu.

Kak Alya termenung sesaat sambil mengumpulkan print-out naskahnya di atas meja.

“Semakin aku menuliskannya, aku … merasa … ada sesuatu yang lebih dari naskah drama ini,” jawabnya. Ia simpan draf naskah itu di sisi meja dekat jendela kafe.

“Intuisi Kak Alya tajam juga, ya?” ucapku, mencoba menyelubungi percakapan ini dengan nada ceria.

Hahaha, cuma kebanyakan ngayal, Ann,” tukas Kak Alya, memaksakan tawa. “Tapi … kamu tahu Nia sudah menikah dari Nia sendiri, `kan?”

“Iya. Nia yang kasih tahu, tapi Nia minta jangan sampai Rio tahu kalau Anna tahu.”

“Sandra juga tahu?”

Aku mengangguk.

“Nia sepertinya sangat percaya sama kalian berdua, ya?”

“Tapi … Anna merasa … tidak layak mendapat kepercayaan Nia,” jawabku pelan, dan terkesan sungkan.

Lihat selengkapnya