Bukan Rumah Aneysia

Oleh: Thazaprilia

Blurb

Aneysia Mahira selalu hafal bunyi langkah kaki ayahnya. Jika langkah itu berat dan terseret, artinya sang ayah pulang dalam keadaan mabuk, dan dia harus segera bersembunyi di bawah ranjang sebelum ayahnya masuk ke dalam kamarnya.

"Untuk apa kamu belajar terus?! Mau pamer kalau hidup kamu lebih baik daripada ibu? Dasar anak bodoh, tidak tahu diri, cuma bisa bikin sial!"

Bagi kebanyakan orang, menjadi anak tunggal adalah sebuah hak istimewa karena tak harus berbagi dengan siapa pun. Namun, kenyataan tidak pernah seindah itu. Bagi Aneysia, rumah bukanlah tempat bernaung, melainkan tempat yang penuh dengan serpihan kaca yang siap menggores dan menyiksanya tanpa ujung.

Lihat selengkapnya