Blurb
Ashlyn Aprilia pikir, bekerja di production house milik omnya adalah jalan keluar dari rumah yang tak pernah terasa hangat. Ternyata, pergi bukan berarti bebas.
Di kantor, ia hanya dikenal sebagai "orang dalam" yang tak diinginkan. Di rumah, ia tetap jadi tempat pulang tuntutan yang tak pernah selesai.
Sampai suatu hari, Ashlyn lelah. Lelah menjadi anak baik. Lelah diminta mengerti. Lelah memendam luka.
Di tengah kekacauan itu, hadir Andika—tenang, hangat, tapi tak pernah benar-benar tinggal. Saat semua yang ia andalkan pergi, Aslyn dipaksa menghadapi satu hal yang selama ini ia hindari: dirinya sendiri. Mungkin. . . yang selama ini ia cari bukanlah rumah. Namun, tempat di mana ia bisa berhenti terluka.