BUKU HARIAN BAPAK

Ragiel JP
Chapter #8

KEMBALINYA REGINA

Tiga hari kemudian Tantri terkejut saat datang ke bakery dan melihat Regina sudah berada di sana dengan souffle dan teh tersaji di hadapannya. Mereka langsung berpelukan melepas rindu.

“Kapan sampai Jogja?” tanya Tantri melepaskan pelukan. “Makin cantik aja kamu, Na.”

“Sudah seharusnya dong,” Regina menyendok souffle dan memasukkan ke mulut yang berbibir merah bak kuncup mawar. “Sebenarnya sudah dari semalam sampai Jogja, tapi istirahat dulu di apartemen, masih jetleg soalnya.”

Tantri tahu Regina memang gampang sekali mabok perjalanan. Dia teringat saat melakukan karyawisata ke Semarang, dan sepanjang perjalanan Regina mabuk kendaraan parah. Tantri harus berusaha mati-matian supaya tidak ikut muntah karena harus duduk di sebelahan Regina.

“Glen dan Carissa nggak ikut?” Tantri mencari keberadaan suami dan anak Regina.

“Glen ada pekerjaan yang nggak bisa ditinggal, sedangkan Carissa, tahu sendiri dia nggak suka diajak mudik, katanya Jogja panas.”

“Persis banget sama kamu Carissa itu,” imbuh Tantri ikut menyendok souffle di hadapan Regina dan memakannya.

Regina kembali mengamati keadaan toko yang tidak jauh berbeda dari pertama kali dia datang ke sini dua bulan yang lalu. “Kamu dari mana?”

“Nyari udara segar sebentar,” Tantri kembali mengikat rambutnya yang panjang sebahu menjadi ekor kuda. “Hari Kamis begini Kalyana Bakery selalu ramai.”

“Ah, pasti karena menu spesial itu, ya?” Regina kembali menyeruput minuman. “Kali ini kue apa yang bisa membuat bahagia?”

“Semua kue di sini bisa membuat bahagia. Apalagi kalau makannya nggak bayar.”

Regina terkekeh. Sudah lama dia merindukan celetukan Tantri. “Jadi bagaimana kelanjutannya? Katanya udah berhasil meyakinkan Nolan untuk memakai jasa All About Regina?”

“Besok Minggu kita ke rumah Renata untuk membicarakan lebih detailnya.”

“Emang paling bisa kamu diandalkan,” Regina mengacungkan jempol ke hadapan Tantri. “Aku beneran penasaran, sebenarnya apa alasanmu kekeuh supaya All About Regina yang mengurus pernikahan Renata?”

“Bukannya udah jelas, ya?” Tantri berpaling ke arah pintu masuk saat lonceng kecil kembali berdencing dan melihat beberapa pelanggan masuk. “Renata kebetulan meminta Kalyana Bakery untuk mengurusi segala macam kue pengantin dan hidangan penutup, lalu kenapa nggak coba sekalian nawarin All About Regina, siapa tahu mereka cocok. Tahu sendiri aku biasanya kesusahan menentukan makanan penutup seperti apa bila bekerja sama dengan WO milik orang lain, jadi nggak bebas berkreasi.”

Regina ingat kejadian dua tahun yang lalu saat Kalyana Bakery mendapat orderan untuk sebuah pesta pernikahan salah satu anak pejabat di Semarang. Tantri uring-uringan karena seminggu sebelum acara pernikahan dimulai, kliennya mengubah konsep pernikahan jadi bertema militer.

Tentu saja Tantri kelabakan karena harus membuat makanan penutup yang mempunyai hiasan sesuai dengan tema pernikahan yang tiba-tiba berubah. Tapi untunglah menjelang hari H, Kalyana Bakery berhasil menyajikan hidangan penutup dengan hiasan menyerupai granat dan beberapa gula-gula dengan bentuk peluru, serta beberapa kukis dengan hiasan menyerupai pistol.

“Intuisimu memang hebat,” puji Regina mengacungkan jempol. “Keluarga Renata memang bukan keluarga sembarangan, dia mempunyai pengaruh kuat di dunia bisnis.”

“Makanya itu aku ngotot jadi WO pernikahannya,” Tantri tersenyum. Dalam hati dia merasa bersalah dan takut kalau Regina sampai tahu ada alasan lain kenapa dia melakukan ini. “Bisnis kita pasti bakal makin dikenal orang banyak.”

“Itu pasti,” Regina kembali menyeruput minumannya. “Aku mau coba tart apelnya, dong.”

“Ambilah sendiri sampai perutmu meledak,” kekeh Tantri. “Atma pasti seneng banget kalau tahu kamu datang.”

Lihat selengkapnya