BUKU HARIAN BAPAK

Ragiel JP
Chapter #16

KACA YANG RETAK

“Halo, Chef,” sapa Nolan terlihat tampan dengan kemeja berwarna cokelat tua. Sangat serasi dengan mata kelabu dan tubuh atletis bagai patung pahatan. Rambutnya ditata rapi dengan sedikit rambut di dahi yang dibiarkan mencuat seperti poni Superman

“Halo juga, Nolan,” jawab Tantri menyunggingkan senyum. “Atma, ayo pulang.”

Atma menggeleng. “Kak Nolan mau ngajak aku lihat pameran Superman, Kak.”

Tantri mengernyitkan kening. “Pameran apa?”

“Oh, kebetulan perusahanku sedang mengeluarkan produk terbaru, sebuah robot yang bisa mengendalikan mobil secara otomatis dan kuberi nama Superman. Jadi aku ingin mengajak Atma ke sana.”

Tantri terlihat ragu untuk sesaat. Takut kalau ini bagian dari rencana Nolan untuk menargetkan dirinya menjadi calon mangsa berikutnya. “Apa nggak merepotkanmu?”

“Sama sekali nggak merepotkan,” tandas Nolan. “Aku juga mau ngajak Atma ke planetarium, kebetulan letaknya nggak jauh dari pameran itu.”

“Boleh, kan, Kak?” Mata Atma berbinar penuh antusias.

“Aku akan menjaganya,” janji Nolan. “Jadi kamu tenang saja.”

Tantri bimbang untuk sesaat. Tidak ada gunanya melarang Atma. Dia pasti akan merajuk berhari-hari jika keinginnanya tidak dituruti. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan yang berbau astronomi.

“Gimana, Chef?” Nolan mengelus kepala Atma dengan lembut. “Aku sengaja nunggu di sini sekalian minta izin bawa Atma.”

Atma menarik tangan Tantri dan menggoyangnya seperti anak kecil yang meminta permen. “Boleh, ya, Kak. Aku suka ke planetarium, kakak nggak pernah ngajak ke sana soalnya.”

“Boleh,” ucap Tantri akhirnya setelah menatap tatapan memohon adiknya. “Tapi pulangnya jangan kemaleman.”

Atma mengangguk semangat dan melompat-lompat kegirangan.

“Planetarium… Planetarium… Mekurius, Virgo. Venus, Libra. Bulan, Cancer. Mars, Scorpio …” Atma terus menghafalkan nama-nama planet yang menaungi zodiak dengan semangat.

“Kamu tenang saja,” Nolan tersenyum. “Aku janji akan menjaga Atma sebaik mungkin, jadi kamu nggak usah khawatir.”

“Baiklah,” ucap Tantri mengalah. “Tapi ingat jangan buat yang macem-macem di sana.”

Atma kembali mengangguk.

“Kalau begitu kami pergi dulu, Chef,” Nolan menyalami Tantri. “Sampai jumpa nanti malam, ya.”

Tantri mengerutkan kening. Apa Nolan mau ngajak dia makan malam? Tantri merinding membayangkan Nolan memang telah sudah menargetkan dirinya sebagai korban selanjutnya seperti yang diucapkan Sonya.

Namun, melihat pemuda itu akrab dengan Atma membuat dugaan buruk memudar. Atma mempunyai intruisi yang sangat kuat dan bisa menilai karakter seseorang itu baik atau jahat hanya dengan melihatnya sekilas. Kalau Atma saja merasa nyaman, tidak ada salahnya dia memberikan sedikit kepercayaan terhadap lelaki bermata kelabu itu.

Atma melambaikan tangan saat masuk ke mobil volvo hitam milik Nolan. Wajah adiknya terlihat sangat ceria

Lihat selengkapnya