Dua hari setelah mendapatkan paket misterius berisi bangkai tikus, Tantri baru merasa tenang. Selama ini Tantri tidak pernah punya musuh dan mencoba menebak orang yang menerornya. Apa mungkin Julian? Rasanya tidak mungkin, karena menurut cerita Valentine, Julian sudah kembali ke Jepang bersama istrinya.
“Sebaiknya kita lapor polisi,” saran Nolan saat mereka kembali bertemu. “Aku sudah tanya sama satpam kompleks, tapi beliau nggak tahu siapa yang mengirimmu paket.”
Tantri menggeleng. “Jangan sampai orang lain tahu kejadian ini, Lan. Apalagi Atma atau Regina, aku nggak mau membuat mereka cemas.”
“Tapi, Chef, bagaimana kalau peneror itu kembali?”
“Aku yakin itu cuma ulah orang iseng, nggak perlu kamu pikirkan.”
“Kalau gitu selama beberapa hari aku akan jadi pengawalmu dan Atma sampai semuanya aman.”
“Nggak perlu, Nolan,” tolak Tantri. “Kami pasti baik-baik saja.”
“Aku sudah izin sama Atma dan dibolehin, jadi nggak ada gunanya menolak.”
Tantri memutar bola mata. Dia tahu tidak punya pilihan lain kalau Atma sudah menyetujui gagasan Nolan.
***
Nolan membuktikan ucapannya keesokan harinya. Tepat pukul sembilan pagi dia datang menjemput Tantri dan Atma. Belum pernah Tantri melihat Atma sedekat ini ini dengan orang asing. Mereka seperti kakak adik, dan entah kenapa itu membuat Tantri senang. Nolan sudah mendapatkan kepercayaan penuh dari adiknya yang protektif.
Mobil kembali melaju saat Tantri dan Atma masuk.
“Oh, ya, tadi Renata telepon katanya hari ini sampai Jogja.”
“Benarkah?” Wajah Tantri riang. “Nggak sabar aku ketemu dia.”
“Aku juga,” dukung Atma di kursi belakang. “Mbak Renata sudah janji mau ngasih robot Superman.”
Nolan tersenyum. “Nanti sore kalau ada waktu, maukah kamu datang ke rumah, Chef? Aku mau ngasih kejutan untuk Renata.”
“Aku mau.” Tantri mengangguk semangat. “Jam berapa Renata sampai?”
“Mungkin jam tujuh malam.”
“Oke.”
“Atma juga ikut. Aku mau masak sesuatu yang spesial untuknya.”
Atma mengacungkan jempol sebagai jawaban.
“Aku senang sekarang kita sudah berteman, Chef. Selama ini kesepian karena nggak punya banyak teman.”