Bumantara

Nuel Lubis
Chapter #10

Healing di Tempat Laundry

Tiba-tiba kejadian di hadapan matanya, di sebuah binatu bernama Stera Laundry yang menggunakan sistem self laundry. Kejadian itu mengingatkannya akan sebuah tulisan ringan yang ditulis oleh guru Sosiologi dirinya saat ia masih SMA.

Gurunya itu, Bu Marcella, menulis seperti ini:

"Selamat pagi. Terima kasih atas berkat dan rezeki hari ini. Semoga kita semua selalu sehat.

Lalu perlahan mereka mulai paham. Sudah tidak lagi banyak bertanya tentang apa yang dilakukan mamanya saat pamit pergi.

Mereka belajar memahami dari pengalaman ikut mama cari duit. Ternyata tidak mudah. Butuh effort, refleksi, dan semuanya harus konsisten dma sesuai perjanjian.

Laku atau tidak, jajan tetap. Untung makanannya enak. Mereka juga pilih menu yang sederhana dan tidak neko-neko. Yang penting sesuai selera dan kenyang.

Kita ini, walaupun sudah dewasa, ternyata tetap belajar terus-menerus. Bahwa ketika kita menginginkan sesuatu, selalu ada proses di belakangnya.

Seminar pun selesai. Tidak seberapa produk yang laku. Tapi identitas peserta seminar sudah aku kantongi. Itu yang terpenting bagiku.

Sekarang, beres-beres, lalu pulang. Wajah-wajah lelah terlihat jelas. Eh, tapi lapar juga.

Sesuai perjanjian, jajan pas pulang. Akhirnya, lewat tempat makan yang recommended, mampirlah di situ.

Tempat seminar masih sepi, tapi kita sudah sampai duluan. Langsung tata-tata di lantai atas sesuai petunjuk panitia. Bbelum juga seminar dimulai...

Hahaha… sudah ada yang mulai bosan.

Ada yang buka bekal lalu makan diam-diam di balik meja. Ada yang minum kopi dari rumah. Ada yang jalan ke bazar sebelah. Yang tanya-tanya doang, beli atau enggak, nggak tahu.

Ada yang ngantuk juga. Ada yang mondar-mandir ke toilet, sekalian selfie.

Pokoknya… unik-unik. Seperti yang sudah aku duga. Hahaha.

Aku jadi teringat waktu empat anak wedok-ku bilang:

'Mak, besok kan Mak Marc bazar di hotel… boleh nggak kita ikut? Aku pengen tahu gimana caranya cari duit.'

Kak Marcel cuma ketawa:

'Hahaha… boleh ikut, tapi banyak syaratnya. Sanggup?'

Mereka jawab: 'Sanggup!'

Aku bilang: 'Oke, dengerin ya…'

Pesan untuk anak-anakku (dan kita semua)

'Di balik suksesmu, pasti ada perjuangan yang orang lain tidak lihat. Itulah salah satu cara supaya bisa survive. Kita harus berjuang di tengah hiruk pikuk dunia. Kalau tidak, kita akan tenggelam. Daya juang di zaman sekarang itu kunci.

Pendidikan formal? Penting.

Attitude? Sangat penting.

Life skill? Lebih penting lagi.

Lihat selengkapnya