Bumantara

Nuel Lubis
Chapter #22

Sebuah Status Facebook

Pagi itu, udara masih terasa setengah dingin ketika Erwin menurunkan kantung kresek dari jok motornya. Tempat binatu langganannya belum terlalu ramai. Mesin-mesin belum semua berisik, hanya satu-dua yang sudah mulai berputar, mengaduk pakaian orang-orang yang mungkin, seperti dia, sudah menyerah pada ritme hidup yang tak pernah benar-benar berhenti.

Erwin meletakkan kantongnya di meja, menyapa singkat pegawai yang sudah mengenalnya, lalu duduk di bangku plastik dekat jendela. Sambil menunggu nota ditulis, ia membuka ponselnya refleks. Tanpa tujuan. Hanya terus menggulir. Di Facebook. Pun, di situ, ia melihat nama yang cukup ia kenal: Irma.

Erwin berhenti. Statusnya panjang. Tidak seperti biasanya. Ia mulai membaca.

“Aku jam 3 terbangun…”

Alisnya sedikit terangkat.

“Mau anter pesanan sambel pecel sehat…”

Ia melanjutkan.

Kalimat demi kalimat, sederhana, tapi terasa jujur. Tidak dibuat-buat. Tidak filosofis seperti renungan yang biasa ia baca. Namun justru di situlah sesuatu terasa menyentil.

“Jam 3an sudah berangkat buka toko ke Pasar Modern Paramount…”

Erwin berhenti sejenak. Matanya tidak lagi sekadar membaca. Kini ia sedang membayangkan. Membayangkan seorang ibu. Gelap masih menyelimuti. Jalanan belum ramai. Lampu-lampu toko belum menyala. Namun seseorang sudah bangun. Sudah bergerak. Sudah memilih untuk tidak menunda juga.

“Hebat ya… beliau yang punya usaha loh…”

Erwin menghela napas pelan. Lalu sampai pada bagian yang membuatnya tersenyum tipis.

Kakean kepinginan… tapi kok kakean sambat?

Erwin menutup matanya sebentar.

“Ini…,” gumamnya dalam hati, “ini lagi…”

Lagi-lagi.

Sesuatu yang sederhana. Tidak dramatis. Tidak rohani dalam bentuk formal. Namun justru seperti memukul titik yang sama.

Ia tiba-tiba teringat satu sosok. Orang itu adalah Bu Endah. Guru Sosiologi-nya dulu. Perempuan sederhana, tapi suaranya selalu tegas. Tangannya sering bau bumbu dapur. Karena selain mengajar, ia juga sering cerita soal masakan. Bahkan kadang bawa sambal pecel buatan sendiri ke kelas.

Lihat selengkapnya