Bumantara

Nuel Lubis
Chapter #59

Kali Ini Tentang Fiduciary Duty

Untuk hari ini, Erwin diajak Santo ke sebuah kenalan Tulang Abner Siallagan. Masih satu marga dengan tulang-nya Santo. Sama-sama bermarga Siallagan, tapi tak ada hubungan darah. Namanya Ferdinand Siallagan. Memang Ferdinand Siallagan ini spesial mengatasi kasus-kasus hukum yang berkaitan dengan perusahaan dan ketenagakerjaan.

"Santo," kata Ferdinand Siallagan setelah membaca beberapa lembar berkas perusahaan tersebut, "ini yang Amang lihat, tulang-mu itu, dan beberapa dewan direksi, rasanya belum seratus persen memenuhi fiduciary duty mereka. Kalau dibawa ke pengadilan, terpaksa Amang katakan, bisa kalah. Tulang-mu itu bisa dipenjara. Hati-hati kau. Yang Amang perhatikan, KPK lagi gencar-gencarnya memberantas korupsi, dan tak hanya di lingkup pemerintahan, tapi juga hingga ke sektor swasta."

Erwin yang sejak tadi duduk di samping Santo ikut memperhatikan setiap lembar dokumen yang dibolak-balik oleh Ferdinand Siallagan. Ruangan kantor hukum itu tidak terlalu besar, tetapi tertata rapi. Rak-raknya dipenuhi buku-buku hukum perusahaan, kepailitan, ketenagakerjaan, dan tata kelola korporasi.

Ferdinand melepas kacamatanya, lalu menyandarkan punggung ke kursi.

"Jangan panik dulu," ujar Ferdinand Siallagan masih terlihat tenang. "Amang belum bilang pasti kalah. Tapi ada beberapa hal yang perlu segera dibereskan."

Santo mengangguk pelan. "Yang mana saja, Amang?"

Ferdinand mengetuk salah satu halaman dengan ujung penanya, lalu menjawab, "Pertama, keputusan investasi ini. Apa ada risalah rapat direksi yang lengkap?"

Santo saling berpandangan dengan Erwin, dan menjawab, "Ada rapatnya, Amang. Tapi notulensinya ... yah, masih kurang lengkap."

"Nah, itu dia, yang jadi masalahnya."

Lihat selengkapnya