Telepon dari nomor yang tidak dikenal itu masuk ketika Erwin baru saja selesai menyeduh kopi di apartemennya.
"Selamat sore. Dengan Bang Erwin?"
"Iya, saya sendiri. Ini siapa ya?"
"Bang, saya Budi Hartono. Sopir taksi yang waktu itu nganter Abang dari Alam Sutera ke Teraskota."
Erwin langsung mengingatnya. Sopir berkumis yang banyak bercerita tentang perkembangan modus korupsi.
"Oh, Pak Budi! Apa kabar?"
Di seberang sana terdengar helaan napas panjang.
"Bang ... saya boleh minta waktu? Ada yang mau saya ceritakan. Saya bingung harus cerita ke siapa."
Nada suaranya berbeda dibanding saat mereka pertama kali bertemu. Dulu terdengar santai. Kini dipenuhi kecemasan. Meskipun demikian, Erwin akhirnya malah mengajak Budi bertemu di sebuah warung kopi sederhana yang letaknya tidak jauh dari pool perusahaan taksi tempat Budi bekerja.
Sore itu hujan rintik-rintik membasahi jalan. Budi sudah duduk lebih dulu. Segelas teh hangat di depannya hampir tak disentuh.
"Wajah Bapak kelihatan pucat," ujar Erwin sambil duduk.
Budi tersenyum hambar, saat menjawab, "Saya memang lagi banyak pikiran."
"Ada masalah keluarga?"
Budi menggeleng. "Masalah kantor, tepatnya."
Erwin mulai memperhatikan wajah pria berusia sekitar lima puluh tahun itu.
"Bang Erwin ..."
"Iya ..."
"Saya sempat diminta ikut proyek sama beberapa orang di perusahaan."
"Proyek apa, nih?"
Budi menatap kanan-kiri terlebih dahulu sebelum mengecilkan volume suaranya.
"Awalnya saya pikir proyek digital biasa."
"Terus?"
"Mereka ngomong soal aset digital ... crypto... blockchain ... dompet digital ... saya nggak ngerti istilah-istilah begituan."
Erwin hanya mendengarkan.
"Mereka bilang zaman sekarang pembayaran nggak perlu lagi pakai transfer bank."
"Terus pakai apa?"
"Bisa pakai crypto," Budi menggenggam gelas tehnya erat-erat. "Awalnya saya cuma disuruh bikin akun. Lama-lama disuruh pinjem identitas."
Erwin mulai mengernyitkan dahi, lalu bertanya, "Identitas siapa?"
"Ya identitas saya."
"Buat apa?"
"Nggak dijelasin sama mereka," Budi menghela napas. "Mereka bilang, 'Pak Budi tenang aja. Nanti dapat fee tiap bulan. Tinggal tanda tangan saja. Dijamin seratus persen, pasti beres.'"