Beberapa hari kemudian, Erwin kaget saat sedang menggulir Thread. Ramai dibicarakan tentang sebuah perusahaan sawit yang sedang dalam penyelidikan kejaksaan. Diduga ada semacam praktik KKN. Banyak pelanggaran hukum di mana-mana. Tak jarang nama pamannya Santo disebut-sebut. Saat Erwin coba menghubungi Santo melalui WhatsApp, pesan-pesan itu belum centang biru.
Erwin memandangi layar ponselnya cukup lama. Jempolnya berhenti tepat di atas sebuah unggahan yang sedang ramai diperbincangkan di Thread.
Judulnya cukup membuat jantungnya berdetak lebih cepat:
"Perusahaan sawit diduga terlibat praktik KKN, kejaksaan mulai melakukan penyelidikan."
Ia membuka kolom komentar. Ratusan komentar bermunculan. Sebagian berspekulasi. Sebagian lagi mengaku sebagai mantan karyawan. Ada pula yang mengunggah foto-foto kantor perusahaan, kendaraan operasional, hingga beberapa nama direksi yang diduga ikut diperiksa.
Erwin membelalakkan mata ketika membaca satu nama yang terasa begitu akrab. Nama itu adalah: "Abner Siallagan."
Dadanya langsung sesak.
"Ya Tuhan ..."
Ia tergesa-gesa membuka WhatsApp, dan mengirimkan pesan: "To, lo baik-baik aja?"
Masih saja centang satu. Hingga beberapa menit kemudian, Erwin mengirimkan pesan lagi.
"To, kabarin gue kalau lo udah baca."
Masih centang satu. Erwin mencoba menelepon.
"Nomor yang Anda tuju sedang tidak dapat dihubungi."