Bumantara

Nuel Lubis
Chapter #66

Tiba-tiba Membicarakan tentang Tapir

Erwin beberapa kali mencoba menghubungi Santo. Sayangnya, tetap tidak ada jawaban. Di WhatsApp masih centang satu. Nomor teleponnya tidak aktif.

Ia lalu mencoba menghubungi Mariana. Panggilan pertama ditolak. Panggilan kedua juga ditolak. Beberapa menit kemudian hanya muncul sebuah pesan singkat.

"Maaf, Erwin. Aku belum bisa cerita apa-apa."

Erwin mengetik balasan: "Santo gimana kabarnya sekarang?"

Mariana terlihat sedang mengetik, lalu berhenti, dan mengetik lagi. Lalu ia berhenti lagi. Akhirnya hanya terkirim satu kalimat: "Doain aja ya."

Setelah itu tidak ada lagi balasan.

*****

Dua hari berlalu. Erwin masih merasa gelisah. Ia bahkan beberapa kali membuka media sosial hanya untuk mencari kabar terbaru mengenai perkara yang menyeret nama keluarga Santo.

Semakin banyak opini. Semakin banyak spekulasi. Semakin sedikit fakta juga. Justru itulah yang membuat kepalanya semakin pening. Sampai akhirnya, pagi itu Ferdinand menelepon.

"Win."

"Iya, Amang."

"Jangan cari Santo dulu."

"Tapi ..."

"Biarkan dia."

"Kenapa begitu, Amang?"

Suara Ferdinand terdengar jauh lebih berat dibanding biasanya pada saat mengatakan, "Situasinya lebih gawat dari yang kau bayangkan."

Erwin menelan ludah. "Ada perkara lain memangnya?"

"Belum bisa Amang ceritakan."

"Terus Mariana?"

"Dia juga sedang diperiksa sebagai saksi."

Lihat selengkapnya