Bumantara

Nuel Lubis
Chapter #81

Keputusan Mariana Sudah Bulat

Pagi itu langit Tangerang tampak mendung. Gerimis tipis turun sejak Erwin keluar dari apartemennya. Ia kembali menuju kantor Pangeran Rerebulan, pengacara yang beberapa kali terakhir menjadi tempat Mariana berkonsultasi mengenai perkara Santo.

Di perjalanan, Mariana nyaris tidak banyak bicara. Biasanya perempuan itu masih sempat membahas hal-hal ringan, entah tentang kopi, pekerjaan, atau sepak bola. Hari itu tidak. Ia hanya memandangi jalanan dari balik jendela mobil.

Erwin meliriknya beberapa kali, berkata, "Mar."

"Apa, Mas?"

"Kamu kelihatan beda."

Mariana tersenyum tipis dan menjawabnya, "Mungkin karena semalam aku akhirnya mutusin sesuatu."

Erwin mengernyitkan dahi dan bertanya balik, "Keputusan apa?"

Mariana menarik napas panjang dan menjawab, "Aku nggak kuat lagi, Mas Erwin."

Selanjutnya Mariana berhenti beberapa detik, lalu berkata dengan suara pelan, "Mungkin putus itu keputusan terbaik."

Mobil seakan terasa semakin sunyi. Erwin tidak langsung menjawab. Ia tahu, keputusan sebesar itu pasti tidak lahir hanya dalam semalam.

"Kamu yakin?"

Mariana mengangguk pelan. "Aku udah mikir berhari-hari."

"Tapi kamu masih sayang sama Santo, kan."

"Emang."

"Terus, kenapa putus?"

"Justru itu yang bikin susah. Karen sayangnya itu."

Mariana memandang keluar jendela lagi, dan berkata lagi, "Aku tetap berharap dia berubah. Aku tetap berharap dia bisa menjalani proses hukumnya dengan baik."

"Tapi, Mar--"

"--aku nggak sanggup lagi menjadi orang yang setiap hari ikut tenggelam."

Ucapan lirih Mariana itu membuat Erwin memahami sesuatu. Selama ini Mariana bukan hanya menghadapi perkara hukum Santo. Perempuan itu juga menghadapi tekanan dari keluarga, teman-teman, media sosial, hingga komentar orang-orang yang bahkan tidak mengenal Santo secara pribadi.

*****

Tak lama kemudian mereka tiba di kantor Pangeran Rerebulan. Pengacara itu menyambut mereka seperti biasa.

"Silakan duduk."

Setelah secangkir kopi dan teh hangat tersaji, Pangeran langsung menyadari ada sesuatu yang berbeda.

"Bu Mariana kelihatannya sudah mengambil keputusan."

Lihat selengkapnya