Wanita berbaju merah itu tidak bernapas.
Dia baru saja melayang jatuh. Tubuh itu menghantam lantai di depan gadis itu dengan suara aneh yang membuat sekujur tubuhnya ngilu. Mata wanita itu membelalak, seakan menuduh gadis di hadapannya. Mata yang tidak berkedip dan tidak bercahaya. Hanya bibirnya yang setengah terbuka, seperti ingin mengatakan sesuatu.
Tapi tidak ada suara.
Dari balik tangga gadis itu membeku. Debu dan bulu-bulu halus menempel di hidung, tapi dia tidak berani bersin. Tubuhnya kaku tidak berani bergerak, bahkan berkedip.
Kejadian itu terlalu cepat.