But You, Arsean

achamrsha
Chapter #1

1 - MASUK!

Siswa-siswi Difragantara II mulai hari Senin kita akan uji coba pembelajaran tatap muka. Satu kelas akan dibagi menjadi dua sesi. Untuk nama-nama yang terdaftar di sesi pertama akan masuk pada hari Senin tanggal 4 Januari 2021 pada pukul 07.00-10.00 WIB. Jangan lupa untuk selalu memakai masker, cuci tangan sebelum masuk kelas dan tetap menjaga jarak.

"Mam! Aluna berangkat!"

"Luna tunggu—"

Langkahnya terhenti, lalu ia menoleh.

"Hand sanitizer. Hampir aja ketinggalan," ucap Shallin seraya memasukan benda tersebut pada tas putrinya.

Gadis itu tersenyum, lalu berkata, "Makasih Mama. Dah!"

"Dah ... hati-hati sayang," sahut Shallin seraya melambaikan tangan.

Dengan raut wajah yang bahagia, gadis dengan nama Aluna Zeyya melangkah semangat menuju halte bus untuk pergi ke sekolah.

Hampir satu setengah tahun seluruh sekolah ditutup dan seluruh murid harus belajar di rumah dengan sistem daring. Bukan hanya sekolah saja, tapi wabah virus itu membuat segala aktivitas dilakukan di rumah saja.

"Akhirnya kondisi bumi perlahan membaik. Sehat-sehat bumi, karena gue udah muak duduk depan laptop setiap hari," ucap Aluna sebelum dirinya melangkah masuk ke dalam bus.

Bus mulai melaju, Aluna tersenyum menatap ke samping kaca setelah mengingat ada hal yang paling ia tunggu selain bertemu dan belajar bersama teman-temannya di kelas nanti.

Pradipta: Gue terima request lagunya, tapi ada syaratnya

Aluna: Apa syaratnya?

Pradipta: Temui gue di sekolah setelah masuk nanti

Gadis itu kembali menahan senyumnya setelah membaca pesan tersebut.

'Untungnya dia baru aja kepilih jadi ketua OSIS, jadi gue bisa dengan mudah temuin dia di sekolah sekarang, karena sayangnya gue beda sesi sama Dipta.'

"Luna!"

Langkahnya terhenti, matanya sempat menoleh ke arah seseorang yang memanggil namanya, tetapi tidak lama pandangan Luna kembali fokus, pada laki-laki di depannya yang tengah berdiri di dekat gerbang sekolah.

"Lun! Bareng ya," ucap Lyra.

"Hai Ly, ayo!" sahut Luna.

Dengan semangat Lyra menggandeng tangan Aluna untuk mengajak perempuan itu masuk ke sekolah. Namun, Aluna masih mematung di tempat dan membuat Lyra menatapnya heran.

"Ayo, Luna," ajak Lyra.

"Mm ... sebentar."

Aluna malah melepas gandengan tangan Lyra, gadis itu berjalan ke tempat yang sedari tadi menjadi fokusnya.

"Mau kemana?" tanya Lyra yang berjalan mengikuti Aluna di belakang.

"Yang di depan sana Pradipta, kan?" tanya Aluna ragu.

"Iya, ada urusan apa sama dia?" tanya Lyra dan Aluna hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.

"Pagi Dipta!" sapa Aluna dengan senyum lebarnya dibalik masker.

Laki-laki yang dipanggilnya itu hanya menoleh dengan lirikan matanya saja, tidak ada respon apa pun lagi. Hal itu membuat Aluna terdiam heran. Aluna menepi sejenak, karena banyak orang berlalu-lalang yang hendak masuk ke gerbang.

"Dip," panggil Aluna.

"Masuk," ucap Pradipta dengan pandangan ke depan.

Pikir Aluna, Pradipta menyuruh orang-orang yang di depannya untuk segera masuk.

"Dipta," panggil Aluna kembali.

Lihat selengkapnya