But You, Arsean

achamrsha
Chapter #2

2 - Luka Yang Belum Sembuh

Jarinya gemetar hebat, tetapi Aluna berusaha untuk bisa mengetik sebuah pesan pada sahabatnya. Runtutan pesan yang dikirim oleh sahabatnya itu bagi Aluna bukan lah sekedar pesan, tapi seperti duri yang menancap satu persatu pada hati Aluna malam itu.

Larisa: Soal Sean, lo udah gak ada rasa lagi, kan?"

Larisa: Lo udah gak dekat lagi sama dia, kan?

Larisa: Gak ada hubungan apa-apa lagi, kan?

Aluna: Sekarang gue udah cukup membaik Risa, emangnya kenapa lo nanya kayak gitu?

Larisa: Kalo misal Arsean sama yang lain hati lo udah bisa menerima, kan?

Aluna: Maksudnya?

Larisa: [Foto]

Larisa: Gue lagi dekat sama Arsean akhir-akhir ini, lo bisa baca chat gue sama dia

Aluna terdiam mematung, berusaha mencerna kalimat sahabatnya itu. Tidak terasa air mata mengalir membasahi pipinya. Dan rasa sesak menjalar di dadanya.

Larisa: Luna

Larisa: Lo baik-baik aja, kan?

Tidak seperti kenyataannya, Aluna kembali membalas pesan Larisa untuk mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.

Aluna: Lo sama Arsean aja, gue gak apa-apa kok

Larisa: Tapi gue gak yakin soal hubungan ini, gue takut persahabatan kita yang udah lama ini berantakan cuma karena satu laki-laki, Lun

Gadis itu terdiam kembali dengan isak tangisnya.

"Itu lo tau Ris ... terus kenapa lo sama dia ..." lirih Aluna.

"Luka gue belum sembuh, Risa ..." ucap Aluna.

Kembali pada pertanyaan Arsean di kelas, Aluna melirik Arsean sekilas, lalu ia menjawab, "Gue gak pernah ada niat sedikit pun di hati gue untuk menjadikan lo sebagai musuh."

"Gue cuma takut lo gak mau kenal gue lagi, Lun," sahut Arsean.

"Gue gak akan mau ngeluarin satu kata pun kalo emang gue kayak gitu," ucap Aluna sebelum dirinya beranjak dari kursi dan izin untuk pergi ke toilet.

♡♡♡

Aluna memandang wajahnya pada pantulan cermin. Air yang mengalir membasahi wajahnya membuat Aluna merasa segar dan air mata yang sedari tadi ia tahan dipelupuk matanya, sekarang telah hilang. Bohong jika Aluna berkata baik-baik saja melihat sahabatnya bersama laki-laki yang pernah singgah bersamanya dan bohong juga jika Aluna berkata bahwa dirinya telah berpaling dari Arsean.

Nyatanya, sampai saat ini hanya mendengar suara Arsean hati Aluna masih bergetar.

"Hal yang paling sulit dalam melupakan itu bukan putus dari hubungan yang sudah bertahun-tahun, tapi hubungan yang belum memulai, namun harus mengakhirinya," ucap Aluna.

"Ayo lah Aluna ... lo pasti bisa lupain Arsean ..."

"Kan udah ada Dip—"

Aluna menghentikan ucapannya sendiri. "Gak usah aneh-aneh Aluna, lo baru aja dibentak sama cowok itu. Masa lo mau jatuh cinta sama dia?" ucapnya sebelum akhirnya Aluna kembali ke kelas.

Di tengah-tengah perjalanan menuju kelas. Semesta malah mempertemukan dua makhluk yang saling canggung. Dari kejauhan Aluna melihat Pradipta yang tengah bersandar pada tembok koridor kelas bersama temannya.

'Kalo gak salah teman Pradipta itu namanya Bintang.'

Pradipta sempat melirik pada Aluna yang berjalan ke arahnya, tetapi laki-laki itu segera memalingkan pandangannya.

"Dipta, soal tadi pagi gue minta maaf ya," ucap Aluna.

Lihat selengkapnya