Butter From Melt To Burn

Rizasa Vitri
Chapter #3

Butter Ketiga

Pagi berikutnya di Vanilla Butter terasa berbeda bagi Melty. Setelah peristiwa kemarin, dia merasa ada harapan baru. Mungkin, hanya mungkin, butter spesialnya berhasil menyentuh hati Burno, meskipun hanya sedikit. Dengan semangat baru, Melty memulai hari dengan persiapan yang sama: mencampurkan adonan, memanggang kue, dan menata toko dengan hati-hati.

Saat jam operasional dimulai, pelanggan mulai berdatangan. Melty melayani mereka dengan senyuman khasnya, tetapi matanya sesekali melirik ke pintu masuk, berharap melihat Burno lagi. Dia berharap bisa melihatnya, mungkin kali ini bisa berinteraksi lebih dari sekadar memberi butter gratis.

Sekitar tengah hari, Melty berniat turun tangan untuk menawarkan langsung butter gratis kepada pelanggan. Dengan persiapan matang, seragam yang rapih, lengkap dengan celemeknya, Melty siap terjun ke lapangan. Hatinya begitu berdebar, dia berusaha terlihat santai membawa nampan berisi butter.

"Butter gratis, butter gratis. Silahkan dicicipi," seru Melty.

Orang-orang menoleh, sebagian menghampiri, terutama mereka yang belum pernah mampir ke toko pastry Vanilla Butter sebelumnya, penasaran. Kerumunan mulai berdatangan, melihat-lihat. Melty mencoba untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia menawarkannya dengan ramah.

Lihat selengkapnya