Cafe Cheongbaram

Zahra Sofia
Chapter #4

The Embrace That Must Be Let Go

Ji Ah masuk ke dalam kamar miliknya dan segera menyimpan tas nya. Ji Ah melihat sekeliling dan tersenyum “Seandainya eomma masih ada” kata Ji Ah. Ji Ah segera mandi dan bersiap. So Min sedang menata makanan bersama maid nya, So Min juga masak makanan kesukaan Ji Ah. Jae Hee bertanya “Samunim, apakah sebaiknya Nona Ji Ah tinggal disini saja?” tanya Jae Hee. So Min terdiam dan menjawab pertanyaan Jae Hee “Sebenarnya aku juga ingin dia tinggal disini, tapi kamu tahu sendiri. Joo Hyuk agak sulit diajak berbicara” jawab So Min. “Tuan Kang sepertinya masih sulit diajak berbicara” kata Jae Hee. “Benar, tapi aku yakin suatu saat dia akan mulai menerima keadaan & memperhatikan Ji Ah. Aku khawatir dengan perkembangan Ji Ah” kata So Min.

Setelah selesai berlatih, Da Hee melihat jam yang menunjukkan pukul 6:50. “Sebentar lagi” gumam Da Hee. Ryu Jung, Min Ji dan Ji Eun mendekati Da Hee. “Ada apa, Da Hee-ya?” tanya Ryu Jung. Da Hee tersenyum tapi dia terlihat gugup “Aku tidak apa-apa, aku hanya merasa gugup” jawab Da Hee. Min Ji memegang kedua tangan Da Hee dan menyemangati nya “Tidak apa-apa, tenang saja. Semua akan baik-baik saja” kata Min Ji sambil tersenyum. Da Hee mengangguk dan terlihat tenang.

Di Dapur, Jin Woo mengajak Da Eun keluar dari pintu keluar. “Da Eun-ssi, ayo kita keluar” ajak Jin Woo. “Apakah sekarang waktunya?” tanya Da Eun. Jin Woo tersenyum dan mengangguk “Benar, mari kita di luar dan tunggu” jawab Jin Woo. Da Eun mengangguk “Baiklah, ayo” jawab Da Eun. Da Eun dan Jin Woo berjalan ke luar Cafe Cheongbaram.

Jam menunjukkan pukul 6:59, Da Hee mulai memainkan piano. Alunan melodi piano terdengar sangat indah. Ji Eun, Min Ji, Ryu Jung, Ha Neul & Tae Young bersiap dan berdiri di dekat pintu. Di luar, Jin Woo menganggukkan kepalanya kepada Da Eun “Sekarang waktunya” kata Jin Woo. “Aku mengerti” jawab Da Eun. Da Eun berjalan, pintu Cafe dibuka oleh Min Ji & Tae Young. Da Eun tersenyum sambil berjalan menatap Da Hee. Da Hee masih fokus memainkan piano nya, Da Eun berjalan mendekati Da Hee yang masih fokus memainkan piano nya dan berdiri di belakang Da Hee. 2 menit kemudian setelah selesai, Da Hee berhenti dan berbalik badan tetapi dia tiba-tiba terkejut karena seseorang yang ia harapkan berdiri di belakangnya.

“Eomma?” tanya Da Hee. Da Eun mengangguk dan memeluk Da Hee “Ini eomma, Da Hee-ya” jawab Da Eun. Da Hee menangis kencang “Tidak mungkin ini eomma. Aku pasti sedang berhalusinasi” kata Da Hee. “Tidak, ini nyata. Da Hee-ya, ini eomma” kata Da Eun. Mereka berdua menangis bersama, Da Eun bahagia karena hari yang dia tunggu-tunggu akhirnya tiba, begitu pula dengan harapan Da Hee yang akhirnya menjadi kenyataan bahwa dia akan bertemu eomma dan memeluknya. “Tuhan, jika ini mimpi tolong jangan bangunkan aku” gumam Da Hee.

Ryu Jung, Min Ji, Ji Eun, Ha Neul & Tae Young tersenyum melihat momen ibu dan anak yang saling berpelukan melepas rasa rindu, Jin Woo masuk ke dalam dan ikut tersenyum melihat pemandangan yang sedang ia lihat. “Akhirnya, keinginan Da Hee menjadi kenyataan” kata Min Ji. “Mereka sama-sama menginginkan hal ini terjadi, dan hal ini terjadi” jawab Ryu Jung. “Mari kita beri mereka ruang, mereka pasti ingin berbicara banyak hal” kata Ha Neul.

“Eommaku tersayang” kata Da Hee. Da Eun mengusap punggung Da Hee dan berbicara kepadanya “Da Hee-ya, putriku. Ini adalah hari yang eomma tunggu-tunggu sejak lama, eomma selalu berada di dekatmu walaupun kamu tidak bisa melihat eomma” kata Da Eun. Da Hee menatap Da Eun, Da Eun menghapus air mata di pipi Da Hee. “Kalau eomma selama ini berada di dekatku, kenapa eomma tidak pernah melakukan hal seperti ini dan memelukku? Keinginanku sangat sederhana, aku ingin bersama eomma dan eomma kembali kepadaku” kata Da Hee.

“Da Hee-ya, eomma tidak akan bisa bersamamu lagi untuk selamanya. Ini adalah hari terakhir eomma bisa melihatmu dan mendampingimu di dunia ini. Eomma harus pergi” kata Da Eun. “Ajak aku pergi, eomma. Aku tidak bisa melakukan apapun tanpa eomma” kata Da Hee. Da Hee semakin erat memeluk Da Eun seakan tidak ingin melepaskannya. “Tapi eomma tetap harus pergi, Da Hee-ya. Eomma ingin kamu melanjutkan hidup walau tanpa eomma” kata Da Eun.

“Melanjutkan hidup tanpa eomma? Aku tidak akan pernah bisa melakukannya” jawab Da Hee. “Da Hee-ya, tolong dengarkan eomma untuk terakhir kalinya. Eomma mohon” kata Da Eun. Da Hee menangis sambil mengangguk. “Walaupun eomma tidak akan pernah bisa berada di dekatmu lagi, eomma ingin kamu tetap melakukan hal-hal yang biasa kamu lakukan dan menikmati hidup. Eomma bahagia jika kamu bahagia. Jika kamu sedih, eomma pun merasakan hal yang sama. Eomma tidak berdaya dan tidak bisa menolongmu jika kamu melakukan sesuatu yang buruk, seperti yang hampir kamu lakukan pada saat itu” kata Da Eun.

“Eomma tahu?” tanya Da Hee. Da Eun mengangguk dan menangis “Tentu saja, eomma tahu. Eomma tidak bisa melakukan apapun, beruntungnya eomma pada saat itu bertemu dengan para pegawai Cafe Cheongbaram dan memberitahu mereka apa yang akan kamu lakukan, jika pada saat itu eomma terlambat, eomma akan seumur hidup menyesal” jawab Da Eun. “Maaf” kata Da Hee sambil menundukkan kepalanya. Da Eun mengusap kepala Da Hee dan berbicara “Eomma mengerti, Da Hee-ya. Pada saat itu kamu pasti kalut dan tidak bisa berpikir dengan jernih. Dan pada akhirnya kamu memutuskan hal seperti itu” jawab Da Eun.

Setelah mereka sama-sama tenang, Jin Woo dan yang lainnya muncul membawa masakan yang sudah di masak oleh Da Eun. Da Hee menghirup aroma masakan yang sangat ia kenal dan mulai menangis. Dia menatap Da Eun dan kembali menangis “Eomma” kata Da Hee. Da Eun tersenyum dan membantu Jin Woo dan yang lainnya menata makanan. “Da Hee-ya, mari kita makan. Masakan ini eomma yang membuatnya dengan bantuan para pegawai Cafe” kata Da Eun. Da Hee mulai terisak dan dia menangis lebih kencang. “Aku tidak bisa” kata Da Hee.

“Selamat menikmati” kata Jin Woo. Da Eun mengangguk. Jin Woo dan yang lainnya kembali ke dapur. Di dapur mereka duduk dan mulai berbicara. “Da Hee sangat terpukul” kata Min Ji. Ryu Jung mengangguk “Benar, dia belum bisa menerima semua ini. Ini terasa mendadak dan cepat baginya” kata Ryu Jung. “Perpisahan tidak ada yang mudah, terutama mereka sudah bersama selama ini. Da Eun adalah eomma yang baik untuk Da Hee, maka setelah Da Eun tiada Da Hee sulit menerima kenyataan” jawab Ji Eun.

“Da Hee-ya, berhentilah menangis. Malam ini mari kita makan bersama untuk terakhir kalinya” kata Da Eun. Da Hee mengangguk dan mengusap air mata nya, Da Eun menyuapi Da Hee. “Ayo kita makan, putriku yang cantik” kata Da Eun. Da Hee makan sambil menangis “Aku tidak akan bisa merasakan rasa makanan seperti ini lagi, hanya eomma yang bisa membuatnya” kata Da Hee. “Karena ini adalah hari terakhir eomma membuatkanmu makanan, ayo kita makan dan berbicara banyak hal. Sama seperti hal-hal yang kita lakukan dulu” kata Da Eun. Da Hee tersenyum dan mengangguk “Baiklah, mari kita bicarakan masa-masa terindah bagiku” jawab Da Hee.

Lihat selengkapnya