Bandara Incheon, beberapa bulan sebelumnya…
Langit pagi di Bandara Incheon tampak cerah, seolah ikut menyambut perjalanan yang akan segera dimulai. Seo Yeon dan Hae-rin melangkah ringan sambil menyeret koper kecil, senyum tak lepas dari wajah kakak beradik itu. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya perjalanan yang dinanti pun datang—petualangan di negeri tropis, Indonesia.
“Perjalanan kita kali ini pasti akan menyenangkan, eonni,” gumam Hae-rin pelan, matanya berbinar menatap layar keberangkatan.
“Tentu. Kita sudah lama menantikan momen ini, Rin-ah,” jawab Seo Yeon.
Keduanya saling pandang, lalu tersenyum lebar.
Di sekeliling mereka, para penumpang lain berlalu-lalang dengan berbagai ekspresi. Ada yang terburu-buru, ada pula yang tampak cemas. Namun tidak dengan kakak beradik itu. Hari itu, hati keduanya dipenuhi rasa antusias. Mereka bahkan sempat berhenti di sebuah kedai kopi, memesan minuman favorit, lalu duduk sambil memandangi pesawat-pesawat yang bersiap lepas landas.
Ponsel Hae-rin bergetar. Sebuah pesan masuk dari Puspa—pemandu mereka selama di Indonesia.
“Anyoung. Jangan lupa kabari kalau sudah berangkat! Aku tunggu di Indonesia.”
Senyum Hae-rin semakin lebar. Ia segera membalas.
“Tenang saja. Aku sudah di bandara. Aku tidak sabar melihat Jakarta.”
Seo Yeon menghirup napas panjang. Perjalanan ini awalnya hanya ia anggap sebagai liburan singkat—jalan-jalan untuk menghilangkan penat. Tak ada rencana besar, tak ada tujuan selain menikmati hari-hari tanpa beban. Ia sama sekali tak menyangka bahwa langkah kecilnya menuju Indonesia akan mengubah seluruh arah hidupnya.
Pengumuman keberangkatan terdengar menggema. Seo Yeon dan Hae-rin berdiri, merapikan jaket, lalu menggenggam paspor dengan semangat yang mengalir di dada.
Dengan langkah ringan, mereka berjalan menuju gerbang keberangkatan—tanpa menyadari bahwa perjalanan ini bukan sekadar liburan, melainkan awal dari kisah yang akan mengubah keyakinan, hati, dan masa depan mereka.
Tak lama kemudian, pesawat yang ditumpangi keduanya lepas landas, melintasi langit Seoul menuju Indonesia.
---
Di Penjuru Negeri Lain
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta...
Wajah Puspa tampak tegang menanti kedatangan kedua tamu asal Korea itu. Ia berdiri di area kedatangan sambil sesekali melirik layar informasi penerbangan.
Meski ini bukan pertama kalinya ia menjemput wisatawan asing, entah mengapa kali ini terasa berbeda. Ada perasaan aneh yang sulit ia jelaskan—seolah pertemuan hari itu akan membawa sesuatu yang penting.
Tangannya menggenggam ponsel erat. Sesekali ia menarik napas panjang, lalu tersenyum kecil, mencoba menenangkan diri. Dalam hati, ia berharap perjalanan yang akan mereka jalani nanti berjalan lancar.
Waktu berjalan, pengumuman pendaratan pesawat rute Korea-Indonesia terdengar.