Cahaya di Negeri Tropis

Bias Divhanka
Chapter #12

Chapter Bab 12 - Hari Pertama di Negeri Baru

Hari Pertama di Negeri yang Baru


Suara adzan Subuh yang menggema dari kejauhan membangunkan Seo Yeon. Ia perlahan membuka mata, masih merasakan sisa kantuk. Ia duduk di atas tempat tidur dan menatap jendela yang masih gelap. Suara itu terdengar begitu lembut, seperti panggilan yang menenangkan sekaligus membangkitkan semangat baru di hatinya.

Usai shalat subuh berjamaah bersama Puspa, mereka duduk di ruang tamu sambil menikmati teh hangat. Seo Yeon melihat Puspa sibuk mencatat sesuatu di sebuah buku. Penasaran, ia bertanya, “Apa yang sedang kau tulis, Puspa?”

Puspa tersenyum sambil menunjukkan buku itu. “Ini adalah daftar kata-kata bahasa Indonesia yang sering digunakan sehari-hari. Aku pikir, jika kau ingin tinggal di sini lebih lama, kau harus mulai belajar.”

Seo Yeon tertawa kecil. “Bahasa Indonesia? Itu akan sulit, kan?”

“Tidak seburuk itu. Kau sudah cukup menguasai bahasa Inggris, dan banyak kosakata di sini yang cukup sederhana.” Puspa membuka halaman pertama buku itu dan mulai mengajarkan beberapa kata dasar.

“Selamat pagi,” ucap Puspa. “Ini berarti good morning.”

Seo Yeon mengulang dengan nada yang canggung. “Se-la-mat pagi.”

Puspa tertawa mendengar aksen Seo Yeon. “Tidak buruk untuk pemula. Sekarang coba ini, ‘Apa kabar?’ Itu artinya how are you.”

Seo Yeon mengangguk dan mencoba lagi. “Apa kabar?”

“Bagus!” jawab Puspa dengan semangat. “Dan kalau kau ingin menjawab, bilang saja, ‘Baik.’ Itu artinya I’m fine.”

Seo Yeon tertawa kecil. “Baik. Aku merasa seperti anak kecil yang baru belajar bicara.”

“Tidak apa-apa. Aku akan membantumu sampai kau lancar,” ujar Puspa dengan penuh semangat.

---

Lihat selengkapnya